
Irigasi Mapilli Jebol Diterjang Banjir

Mamuju (ANTARA News) - Saluran irigasi di Kecamatan Mappilli, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, jebol diterjang banjir, sehingga mengancam nasib petani karena tidak dapat melakukan tanam padi tahun ini.
"Ribuan petani di sejumlah desa yang ada di wilayah Kecamatan Mapilli, terancam libur panjan karena sarana irigasi jebol dihantam banjir beberapa waktu lalu,"kata Camat Mapilli Aslina Syamsuddin di Mamuju, Rabu.
Menurutnya, petani terancam tidak bisa turun sawah sebab sarana irigasi jebol belum lagi pengerjaan saluran sekunder di wilayah itu hingga kini belum ada tanda-tanda rampung.
Ia mengatakan, pada musim tanam yang baru berlalu, ribuan kepala keluarga petani istirahat mengolah sawah mereka.
Petani yang terancam ini kata dia, terdapat di daerah Rumpa, Segerang, Bonne-bonne, Ugibaru, Mapilli.
"Enam desa ini hingga kini masih menunggu pengerjaan saluran irigasi sekunder yang mengairi areal persawahan mereka. Karena itu, jika dalam waktu musim tanam tiba pekerjaan belum tuntas maka bisa dipastikan petani akan tidak bisa melakukan musim tanam,"ungkapnya lagi.
Aslina Syamsuddin, mengatakan petani di wilayahnya khawatir melihat kemajuan pengerjaan irigasi sekunder Ugibaru yang hingga saat ini belum rampung.
Dia mengatakan, bahwa pengerjaan irigasi sekunder Ugibaru yang dilaksanakan Balai Besar Irigasi, direncanakan dapat difungsingkan awal November. Tapi, kata dia, kondisi kemajuan pengerjaan sarana pengairan itu belum ada tanda-tanda akan rampung.
Terpisah, Kepala Unit Pelaksana Tehnis Dinas (UPTD) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mapilli, Diro Danuwijoyo, mengaku sangat menyesalkan keterlambatan pengerjaan saluran irigasi Ugibaru.
Kondisi itu kata Diro Danuwijoyo, akan sangat berdampak pada petani yang telah rela tidak turun sawah dalam satu musim tanam terakhir.
"Keterlambatan ini akan sangat merugikan petani. Selain itu, mempengaruhi target peningkatan produksi padi," jelas Diro. (T.KR-ACO/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
