
14 Tewas dan Dua Korban Belum Ditemukan

Mamasa, Sulbar (ANTARA News) - Bupati Mamasa Ramlan Badawi menyampaikan, hingga saat ini jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan longsor yang ditemukan 14 orang dan dua korban lainnya belum ditemukan serta dua orang dirawat di Puskesmas Kecamatan Sumarorong.
"Hingga saat ini data yang ada pada tim penanggulangan bencana tercatat 14 orang tewas. Pada hari pertama, petugas menemukan 10 orang mayat dan hari kedua kami kembali dapatkan tiga mayat terseret banjir dan pada hari ketiga kami kembali dapatkan satu korban," kata Bupati Mamasa, Sulawesi Barat, saat meninjau korban banjir di Desa Batanghuru Timur, Kecamatan Sumarorong, Minggu.
Peninjauan lokasi bencana ini juga dihadiri langsung Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, Ketua Tim Penggerak PKK Sulbar, Hj.Anggraeni Anwar, Anggota DPRD Sulbar, Muh.Amin, Kepala Dinas Sosial Sulbar, Jamilah, Kepala BPBD Sulbar, Jalil, Ketua DPRD Mamasa, Muhammadiyah Mansyur dan sejumlah pejabat lainnya.
Dalam kesemepatan itu, Ramlan mengatakan, pencarian korban akan dilakukan hingga tujuh hari pascabencana banjir yang terjadi pada 8 November.
"Jika petugas belum mendapatkan sisa korban hingga tujuh hari pascabencana, maka dengan sangat menyesal kami terpaksa hentikan. Ini sudah menjadi acuan yang telah ditentukan pemerintah tentang penanganan bencana,"ungkap Ramlan.
Ramlan menyampaikan, bencana banjir yang melanda daerahnya cukup mengejutkan karena jumlah korban yang jatuh sangat besar.
"Kami atas nama keluarga dan pemerintah tentu ikut merasakan duka yang mendalam. Musibah bencana banjir yang datang secara tiba-tiba itu membuat sebagian pemukiman penduduk porak-poranda,"katanya.
Dia mengatakan, semua tim yang melakukan penanganan bencana baik TNI maupun Polri, Basarnas dan berbagai organisasi kemanusiaan lainnya telah bekerja optimal.
"Bumi Kondosapata Mamasa sangat berduka atas kejadian ini. Banyak anak-anak menjadi yatim dan adapula satu anggota keluarga tewas dalam kejadian itu," urainya.
Pada saat ini kata dia, seluruh mayat yang ditemukan telah disemayamkan di rumah duka dan akan dikebumikan sesuai dengan prosesi adat dan keyakinan agama.
Mengenai jumlah kerugian kata dia, belum dapat ditaksir karena masih dilakukan pendataan oleh tim penaggulangan bencana daerah.
"Jumlahnya pasti tidak sedikit karena dua rumah dinyatakan rata dengan tanah dan lima rumah lainnya mengalami rusak berat dan ringan," katanya. (T.KR-ACO/Z002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
