
DPD Parra Bantaeng Dilantik

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Ketua Umum DPD Parra Indonesia, Rusli Halim Fadli melantik puluhan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Penegak Amanat Reformasi Rakyat (PARRA) Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis.
Organisasi sayap dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini diharapkan dapat menjadi wadah kaum pemuda untuk dapat melibatkan diri dalam dunia politik.
Rusli mengatakan, saat ini PARRA sudah hampir berusia satu tahun. Meski baru berusia muda, organisasi sayap PAN yang menghimpun kaum muda Indonesia ini telah berkibar di 33 provinsi yang ada di Indonesia. Hal ini kata dia, membuktikan jika Partai Amanat Nasional (PAN) sangat diterima oleh kaum muda di Indonesia.
"Ini membuktikan kalau PAN sangat diterima oleh kaum muda di Indonesia. Itu karena PAN memang terbentuk dari sebuah perubahan bangsa Indonesia," ujar Rusli.
Dia menambahkan, kedepannya, PARRA akan menjadi organisasi yang akan melahirkan kader-kader PAN di Indonesia. Menurutnya, kaum muda yang bergabung di PARRA sama saja dengan mulai menginjakkan kaki di halaman rumah PAN.
Setelah matang di PARRA, kader sudah bisa menginjakkan kaki di PAN. Meski demikian, dia meminta kader PARRA yang baru ini tidak merusak tatanan dan cita-cita PAN yang telah ada.
"Silahkan kaum muda untuk masuk ke halaman PAN. Kalau bisa jangan sekedar di halaman. Silahkan masuk ke rumah PAN dan ambil posisi kalian masing-masing, sesuai dengan kebutuhan," jelasnya.
Menurut dia, berpolitik tidak sekedar langkah untuk mengejar jabatan, dengan berpolitik, kaum muda di Indonesia dapat belajar kepada tokoh-tokoh yang sudah merubah Indonesia. Dengan berpolitik pula, kita bisa ikut bersama-sama menjadikan tananan Indonesia yang lebih baik.
Khusus untuk Kabupaten Bantaeng, Rusli meminta kepada ketua DPD PAN Bantaeng, Yusuf Badjido dan ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi untuk bisa memperhatikan secara khusus PARRA Bantaeng. Dia berharap PARRA Bantaeng dapat lebih berkembang tahun-tahun mendatang.
"Kalau satu tahun ke depan PARRA Bantaeng tidak berkembang, sebaiknya Ketua PARRA Bantaeng, Ketua DPD PAN Bantaeng mengundurkan diri saja. Pak Kahfi juga, sebaiknya melakukan introspeksi diri," ujar Rusli.
Hadir dalam acara pelantikan itu, Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi, Ketua DPD PAN Bantaeng, Yusuf Badjido, dan sejumlah unsur Muspida Bantaeng.
Saat itu Kahfi berjanji akan memberikan perhatian secara khusus terhadap PARRA Bantaeng. Menurutnya, dengan kehadiran PARRA Bantaeng, target politik PAN di Sulsel akan lebih baik.
Ketua PARRA Bantaeng, Nawir menjelaskan, PARRA adalah salah satu wahana pendidikan politik bagi generasi muda di Kabupaten Bantaeng dan keputusan politik sangat berhubungan langsung dengan nasib rakyat banyak.
"Anak-anak muda harus berani terjun ke panggung politik. Keputusan-keputusan politik berhubungan langsung dengan nasib rakyat banyak. Bagi kami, PARRA adalah instrumen perjuangan penegakan idealisme kaum muda," ucapnya. ***1***
(T.KR-MH/B/F003/F003) 15-11-2012 20:13:57
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
