
BBPJN Sulawesi Diminta Dengarkan Keluhan Warga

Majene, Sulbar (ANTARA) - Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi diminta mendengarkan keluhan warga yang selama ini mendesak agar pembangunan jalan poros Kabupaten Majene menuju Mamuju ibu kota Provinsi Sulawesi Barat segera dirampungkan.
"Masyarakat selama ini sudah mengeluhkan lambannya perbaikan jalan trans Sulawesi Majene-Mamuju, namun belum juga didengarkan BBPJN, masyarakat selalu terjebak kemacetan ketika melintasi jalan trans sulawesi itu karena sedang diperbaiki," kata Anca, salah seorang warga di Majene, Jumat.
Ia mengatakan, perbaikan jalan antara trans Sulawesi menghambat pengguna jalan karena mengakibatkan kemacetan lalu lintas akibat tumpukan material timbunan tampak di sepanjang jalan khususnya di Kecamatan Tubo Sendana Kabupaten Majene yang panjangnya mencapai 10 kilometer.
Tumpukan material di sepanjang jalan di Kecamatan Tubo Sendana itu membuat jalan semakin sulit dilalui kendaraan karena jalan semakin sempit karena separuh ruas jalan menjadi tempat tumpukan timbunan itu.
"Masyarakat pengguna jalan sulit melalui jalan itu karena tidak bisa melaju kendaraannya akibat jalan yang sempit apalagi ketika berpapasan dengan kendaraan yang lain di sepanjang jalan di Kecamatan itu sedang dibangun gorong-gorong dan jembatan, polisi memberlakukan sistem buka tutup bagi lalu lintas yang melalui jalan itu sehingga terjadi antrean panjang" katanya.
Ia mengatakan, masyarakat mengeluh karena antrian hingga satu kilometer dan menunggu sampai dua jam untuk dapat melintas, memuat aktivitas masyarakat menjadi terhambat.
Hal senada dikatakan Ilham warga lainnya ia berharap kemacetan dan antrian kendaraan tidak lagi terjadi di daerah sehingga perbaikan jalan gorong gorong dan jembatan itu segera dipercepat kontraktornya.
"BBPJN harus mengawasi dengan cepat pekerjaan itu agar cepat rampung, BBPJN harus tegas kepada kontraktor agar mempercepat pekerjaannya karena selama ini masyarakat yang dirugikan karenatidak nyaman melintas dan aktivitas ekonominya tidak lancar," katanya. (T.KR-MFH/S023)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
