
Sumbangan Sulsel di Pasar Modal Masih Rendah
Minggu, 9 Desember 2012 05:31 WIB

"Sumbangan investasi dari Makassar dan sekitarnya di Bursa Efek Indonesia, masih minim apabila melihat total investasi secara nasional di BEI sekitar Rp4,5 triliun - Rp5 triliun per hari," kata Fahmi di Makassar, Sabtu.
Menurut dia, untuk mendorong calon para investor agar turun ke lantai bursa saham, pihaknya terus menyosialisasikan ke sejumlah elemen masyarakat, termasuk pada lingkungan kampus, perusahaan dan kelompok masyarakat.
Dia mengatakan, pentingnya memberikan penyadaran tentang cara berinvestasi yang baik akan memberikan manfaat untuk mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat.
"Selain itu, juga mendorong pertumbuhan ekonomi baik di tingkat nasional maupun lokal, karena pertumbuhan pasar modal mencapai 32 persen per tahun," katanya.
Hal tersebut dibenarkan Wakil Presiden Pengembangan Bisnis PT OSK Nusadana Securities Indonesia Berlian Juveny pada workshop media di Makassar.
Menurut dia, berinvestasi di bursa saham akan lebih menjanjikan dibandingkan berinvestasi di bank melalui produk deposito yang hanya memiliki "Share Market" 6,4 persen, kemudian mendapat potongan (gross net), sehingga tersisa hanya sekitar lima persen.
"Selain mendorong masyarakat untuk mengenal dan memanfaatkan bursa saham, juga perlu mendorong perusahaan nasional dan lokal untuk "go public" dan turut meramaikan pasar efek," katanya.
Namun karena keterbatasan pengetahuan atau pun karena pertimbangan tertentu, akhirnya hingga kini belum ada satupun perusahaan di Sulsel yang "Go Public". (T.S036/B008)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
