
Bantaeng Mengoptimalkan Potensi Daerah

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Prof Dr HM Nurdin Abdullah mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya mengoptimalkan potensi daerah.
Selain pembangunan umum, juga telah membangun sarana wisata seperti Pantai Marina dan wisata agro dan kedua potensi wisata itu telah memberi kontribusi terhadap peningkatan dan pendapatan masyarakat, kata Bupati Nurdin Abdullah di Bantaeng, Sabtu.
Menurut Bupati, saat HUT ke-758 Bantaeng (7/12) Menristek mengapresiasi positif pembangunan dan pencapaian di Bantaeng.
Menurut Menristek Gusti Muhammad Hatta memuji penerapan teknologi di Kabupaten Bantaeng, Sulsel. "Kabupaten Bantaeng banyak melakukan kegiatan berbasis komunikasi dan teknologi," kata Menristek.
Kegiatan yang berbasis pengetahuan komunikasi dan teknologi akan mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat dan saat ini Bantaeng telah berhasil mengembangkan talas safira yang di Jepang dikenal dengan nama talas Sutoimo.
Selain itu, Bantaeng juga telah mengembangkan benih ikan nila gesit yaitu ikan nila jantan yang dapat hidup di air payau serta sedang merencanakan menghasilkan benih unggul berbasis teknologi melalui laboratorium kultur jaringan.
Pengembangan teknologi ini, menurut Menteri, dapat memberikan nilai tambah terhadap kebutuhan pangan di Sulsel.
Selain itu, Bantaeng akan membangun smelter nikel. Ini artinya akan menciptakan lapangan kerja baru buat warga Bantaeng, ujarnya.
Sekarang ini, sentuhan teknologi dipembangunan wajib dilakukan pemerintah daerah dan untuk mengajak daerah melakukan pembangunan dengan sentuhan teknologi, Menristek telah membangun Pusat Unggulan Iptek (PUI). Saat ini baru ada tiga PUI di Indonesia, diharapkan dalam waktu dekat, minimal PUI sudah ada di beberapa pulau di Indonesia.
Pada acara yang sama, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang mengatakan, pembangunan di Bantaeng juga telah membantu prestasi pemerintah Sulsel. Di Bantaeng saat ini angka pengangguran sisa empat persen dari total penduduk Bantaeng, sedangkan di Sulsel 5,8 persen. (T.KR-MH/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
