
Harga Ayam Kampung di Makassar Melonjak

Makassar (ANTARA News) - Harga ayam kampung melonjak di sejumlah pasar tradisional di Makassar, Sulawesi Selatan, dengan kenaikan harga di atas 30 persen dari kondisi harga normal sebelumnya.
"Persediaan ayam kampung terbatas, sedangkan permintaan cukup tinggi. Akibatnya, harga ayam kampung ukuran sedang yang biasanya dijual Rp75 ribu per ekor, kini mencapai Rp100 ribu per ekor," kata salah seorang pedagang ayam, Hamzah, di Pasar Terong, Makassar, Senin.
Menurut dia, pedagang pengecer ayam kampung terpaksa menaikkan harga, karena harga ayam yang diperoleh dari pemasoknya juga telah mengalami kenaikan.
Dia mengemukakan pula, memasuki musim hujan rata-rata pasokan ayam kampung dari daerah cenderung menurun.
Kondisi itu, dapat memicu kenaikan harga.
"Kondisi serupa juga terjadi untuk pasokan ayam ras dari daerah sentra produksi yang turut menurun," ujar dia lagi.
Salah seorang peternak ayam ras di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulsel, Kamaruddin, membenarkan pengurangan pasokan ayam tersebut.
Dia mengatakan, pada awal musim hujan atau saat pancaroba, ternak yang dikembangkan menjadi terganggu perkembangannya, bahkan dapat saja mati secara mendadak akibat perubahan cuaca.
"Keterbatasan persediaan ayam itu, membuat kami terpaksa menaikkan harga ayam kepada para pemasok maupun pembeli eceran yang langsung datang ke sini," kata dia pula. (T.S036/B014)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
