Logo Header Antaranews Makassar

Televisi Berita Geser Sinetron dan Hiburan

Kamis, 27 Desember 2012 06:01 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Lembaga survei PT Duta Politika Indonesia (DPI) mengeluarkan hasil surveinya terhadap tayangan audio visual seperti televisi di Makassar yang menyebutkan jika tayangan berita menjadi pilihan utama masyarakat menggeser acara hiburan dan sinetron.

"Masyarakat Kota Makassar kini mulai sangat kritis dan haus akan informasi berita. Hal ini terbukti dari survey media televisi yang paling terpopuler dan terbanyak penontonnya di Kota Makassar yaitu TV One," ujar Direktur Eksekutif PT Duta Politika Indonesia PT DPI Dedi Alamsyah Mannaroi di Makassar, Rabu.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil survey PT Duta Politika Indonesia, penonton stasiun televisi TV One lebih mengungguli para kompatriotnya yakni RCTI, Metro TV, SCTV, Trans 7, Trans TV hingga TV Lokal sekalipun.

TV One sendiri diketahui sebagai media penyiaran televisi yang kokoh menasbihkan dirinya sebagai televisi news atau berita.

Dedy yang juga mantan jurnalis itu mengaku jika hasil surveinya mengindikasikan bahwa animo masyarakat Kota Makassar sangat tinggi atas informasi atau news/berita sekalipun.

Meskipun pada akhirnya mereka tetap menyukai program acara film, sinetron atau hiburan. Namun kini hal itu tidak lagi jadi prioritas di mata masyarakat dalam tiga bulan terakhir ini.

Sementara untuk penonton terbanyak di TV lokal diraih oleh Makassar TV atau Kompas TV. Hal ini wajar karena program-program Makassar TV kini lebih variatif sejak gabung dengan Kompas TV.

Dedi mengatakan bahwa pihaknya memberikan pertanyaan kepada masyarakat Makassar yaitu: "Dalam nama-nama stasiun TV berikut ini, dalam tiga bulan terakhir ini manakah yang paling sering ibu/bapak tonton".

Hasilnya : 1, TV One memperoleh persentase 25,4 persen kemudian disusul RCTI dengan 19,4 persen di tempat kedua, Metro TV dengan 9,0 persen di tempat ketiga.

Untuk posisi empat bertengger stasiun SCTV sebanyak 8,5 persen, Trans 7 6,9 persen, Trans TV 5,5 persen, Indosiar 5,5 persen, TPI/MNC TV 4,2 persen, TVRI 3,9 persen, Makassar TV/Kompas TV 1,4 persen, ANTV 1,4 persen, Global TV 1,4 persen, Fajar TV 0,7 persen, TVRI Sulsel 0,7 persen, Celebes TV 0,2 persen, Sun TV 0,0 persen, sedangkan lainnya 5,8 persen.

"Untuk televisi lokal saja, Makassar TV atau Kompas TV itu mengalahkan persentase statsiun televisi nasional seperti ANTV, Global TV yang lebih dominan dengan acara infotainment. Artinya apa, masyarakat sekarang ini sangat membutuhkan informasi terupdate, belum lagi dengan siaran-siaran lokal," katanya.

Dedi menambahkan bahwa survei media ini berbeda dengan survey politik meskipun metode yang digunakan sama. Namun, survey media baru akan terbaca gerakannya atau perubahannya dalam kurun waktu setiap tiga bulan. Sedangkan survey politik akan berubah setiap bulannya.

Survei ini sendiri dilaksanakan sejak tanggal 2-8 Desember 2012. Teknik sampling atau Multistage Random Sampling menjadi metodenya.

Survei ini menggunakan responden 440 orang dengan cara wawancara tatap muka serta kuesioner. Untuk margin sebesar error 4,8 persen. Semua populasi pemilih Kota Makassar memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai responden. (T.KR-MH/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026