
Mamuju Surplus Beras 31.000 Ton Tahun 2012

Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, menyampaikan daerahnya kembali mengalami surplus beras sekitar 32.000 ton, menyusul tingginya produksi padi di daerah itu pada 2012.
Wakil Bupati Mamuju, Bustamin Bausat, di Mamuju, Jumat, mengatakan bahwa daerahnya mampu surplus beras setelah pemerintah gencar membuka areal sawah baru seluas 3.050 hektare.
"Saat ini kami telah memiliki areal persawahan tanaman padi yang telah mencapai 28.376 hektare dengan tingkat produksi 141.340 ton per tahun.
"Hasil panen petani kami mencapai angka 141.340 ton menjadi pemicu daerah ini mengalami surplus beras hingga 31.000 ton pertahun," katanya.
Karena itu, kata dia, masyarakat di daerah ini tak perlu khawatir terjadi kekurangan beras karena hasil panen petani sekarang ini telah malampaui kebutuhan masyarakat.
"Mamuju tidak lagi kekurangan beras dan malah beras kita telah kita kirim keluar daerah untuk memenuhi kebutuhan daerah lain seperti ke Kalimantan maupun kota-kota besar lainnya,"ungkap Bustamin.
Mantan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan ini menyampaikan, meningkatnya produksi beras petani itu juga karena pemerintah tahun ini turut aktif memberikan bantuan seperti pembukaan percetakan sawah baru seluas 3.050 hektare, penambahan irigasi sepanjang 2.700 meter.
Kemudian bantuan lain adalah pengadaan alat mesin pertanian seperti hand traktor sebanyak 27 unit, pompa air sebanyak 30 unit dan pemberian bantuan alat pasca panen sebanyak 31 unit.
Bustamin berharap, dengan dilakukannya pembukaan cetak sawah baru seluas 3.050 hektare maka target peningkatan produksi tentu akan semakin mudah dicapai.
Penambahan pencetakan sawah baru ini, kata dia, juga turut memberi kontribusi terbukanya lapangan kerja baru di masyarakat.
"Jelas memberikan lapangan kerja baru. Asumsinya, satu hektare saja membutuhkan tenaga kerja minimal tiga orang. Nah, jika cetak sawah baru bisa mencapai angka 3.050 hektare maka serapan tenaga kerja yang dibutuhkan mencapai 9.000 tenaga kerja," ungkapnya. (T.KR-ACO/F002)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
