Logo Header Antaranews Makassar

Harga Ikan Naik Drastis di Sulsel

Selasa, 15 Januari 2013 13:44 WIB
Image Print
MAKASSAR - Seorang nelayan memperlihatkan ikan hasil tangkapannya yang akan dijual di Tempat Pelelangan Ikan Paotere Makassar, Sulsel, Selasa (15/1). Dalam sepekan terakhir harga ikan di Makassar naik hingga 100 persen akibat menurunnya hasil tangkap
Makassar (ANTARA News) - Akibat cuaca buruk dan ekstrem harga ikan di sejumlah pasar tradisional dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere dan Lelong di Makassar, Sulawesi Selatan, melonjak drastis.

Pemantauan di beberapa lokasi di Makassar, Selasa, harga ikan naik hingga mencapai 100 persen dari hari biasa. Hal itu terkait dengan cuaca buruk yang cukup ekstrem di Sulsel dan seluruh wilayah Indonesia.

Sehingga para nelayan terpaksa tidak melaut karena khawatir atas keselamatan diri mereka, termasuk kapal-kapalnya yang terlihat masih sandar di dermaga Paotere.

"Kalau cuaca sudah begini, siapa berani, resiko sangat tinggi. Kalau dipaksakan kita bisa rugi dan buang-buang bahan bakar," ucap Daeng Baso salah seorang nelayan di Pelabuhan Paotere.

Sementara H Sukri Daeng Liwang juga mengatakan hal yang sama, buktinya meskipun beberapa kapal ikannya mencari ikan di laut, namun hasil tangkapan tidak maksimal.

"Ada hasil tetapi tidak banyak, yah begitulah resiko nelayan. Makanya harga naik karena sedikit hasl tangkapan ikan," ujarnya.

Ia menyebutkan, untuk satu keranjang dihari biasa saat cuaca normal mencapai Rp120 ribu dan saat ini naik menjadi Rp250 ribu per keranjang. Sehingga para pedangang yang menjual kembali ikan di pasar juga menaikkan harga.

"Baru tahun ini ombak sangat tinggi sampai lima meter, kalau hari normal tangkapan ikan biasanya dua kali lipat dari sekarang, kenapa harga ikan naik karena nelayan susah mendapatkan ikan," tuturnya.

Sementara di sejumlah pasar tradisional, harga ikan melonjak hingga 100 persen, ikan laut sangat sulit didapatkan dan harga cukup tinggi. Harga ikan per kilogram nyaris menembus Rp80.000-120.000 per kilogram.
(T.KR-DF/F003)




Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026