
Majene Keluar dari Daerah Bermasalah Kesehatan

Mamuju (ANTARA News) - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, Ahmad Azis menyatakan Kabupaten Majene sudah berhasil keluar dalam daftar daerah bermasalah bidang kesehatan.
"Kabupaten Majene merupakan daerah di Sulbar yang tingkat pelayanan kesehatannya sudah maksimal dan sudah bukan lagi daerah yang bermasalah kesehatan," katanya di Mamuju, Jumat.
Ia mengatakan, daerah itu berada pada peringkat 221 dari 440 Kabupaten yang disurvei mengenai tingkat pelayanan kesehatannya, sehingga daerah itu sudah tidak bermasalah kesehatan.
Sementara kata dia, beberapa Kabupaten lainnya di sulbar masih dianggap bermasalah diantaranya Kabupaten Polman yang tingkat pelayanan kesehatannya berada pada peringkat 322 menyusul Kabupaten Mamuju Mamuju peringkat 405, Kabupaten Mamuju Utara peringkat 412 dan dan Mamasa peringkat 430.
"Empat Kabupaten di Sulbar dinilai sebagai daerah bermasalah kesehatan karena belum mampu memenuhi 24 indikator indeks pembangunan kesehatan masyarakat, berbeda dengan Kabupaten Majene yang sudah membebaskan daerahnya sebagai daerah bermasalah kesehatan," katanya.
Ia mengatakan, 24 indikator IPM yang dipenuhi Majene itu di antaranya adalah prevalensi balita gizi buruk yang kurang, balita sangat pendek, balita sangat kurus, prevalensi balita gemuk, diare, prevalensi pnenomia, prevalensi hipertensi, prevalensi gangguan mental, prevalensi asma, prevalensi penyakit gigi dan mulut serta prevalensi disabilitas.
Kemudian prevalensi cidera, prevalensi penyakit sendi, prevalensi ISPA, proporsi perilaku cuci tangan, proporsi merokok tiap hari, akses air bersih, akses sanitasi, cakupan persalinan cakupan pemeriksaan neonatal-1, cakupan imunisasi lengkap, cakupan penimbangan balita, ratio dokter dan puskesmas dan ratio bidan dan jumlah desa.
Oleh karena itu ia mengatakan, Provinsi Sulbar meminta dukungan pemerintah pusat agar empat Kabupaten yang tersisa tersebut terbebas dari status daerah bermasalah kesehatan agar peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat daerah ini dapat terus ditingkatkan.
"Kami meminta pusat terus menyediakan sarana dan prasarana kesehatan, baik rumah sakit puskesmas posyandu dan tenaga medis dan fasitas peningkatan pelayanan dan kebutuhan operasional kesehatan lainnya melalui dukungan APBN," katanya.
Ia berharap agar pada tahun ini di sulbar tidak ada lagi daerah bermasalah kesehatan sehingga pemerintah di sulbar dan kabupaten di sulbar harus terkoordinasi baik dan bekerja maksimal melakukan pelayanan kesehatan. (T.KR-MFH/M019)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
