
BPS : Pertumbuhan Ekonomi Sultra 10,14 Persen
Rabu, 6 Februari 2013 14:42 WIB

Pertumbuhan ekonomi Sultra itu, sektor pertambangan dan penggalian masih menempati urutan pertama yang tumbuh 43,03 persen dengan memberi andil pertumbuhan terbesar dibandingkan sembilan sektor lainnya sebesar 3,10 persen, kata Kepala BPS Sultra, H Wahyuddin, di Kendari, Rabu.
BPS Sultra menyampaikan pertumbuhan ekonomi Sultra selama tahun 2012.
Menurut Wahyuddin, selain sektor pertambangan yang memberi andil besar, terdapat tiga sektor ekonomi yang memberi andil pertumbuhan di atas satu persen masing-masing sektor perdagangan, hotel dan restoran 2,11 persen, dan sektor pertanian dan sektor bangunan yaitu 1,19 persen.
Sedangkan lima sektor ekonomi yang tumbuh di atas 10 persen itu adalah sektor pertambangan dan penggalian (43,03 persen), sektor perdagangan, hotel dan restoran (20,37 persen), dan sektor keuangan, persewahan dan jasa perusahaan (10,98 persen).
Dia mengemukakan, pertumbuhan ekonomi tahun 2012 sangat ditopang oleh komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dan perubahan inventori.
Wahyuddin menyebutkan, PMTB dan perubahan inventori ini tumbuh sebesar 14,42 persen terhadap tahun sebelumnya dan mendorong pertumbuhan sebesar 4,95 persen.
Sedangkan komponen dengan andil pertumbuhan terbesar kedua adalah komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga, tahun sebelumnya tumbuh sebesar 7,65 persen, dan pengeluaran konsumsi pemerintah yang tumbuh 8,40 persen mendorong pertumbuhan sebesar 1,62 persen.
"Jadi pertumbuhan PDRB per kapita itu sangat dipengaruhi oleh kenaikan harga produksi yang ditunjukkan dengan peningkatan indeks implisit bergerak dari 256.61 tahun 2011 menjadi 263,80 tahun 2012," kata dia lagi.
(Editor : Budisantoso Budiman)
Pewarta : Abdul Azis Senong
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
