
PT Vala Mustika Rencana Bangun PLTA Mamuju

Mamuju (Antara News) - Calon investor PT Vala Mustika melirik proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat dengan kapasitas 250 megawatt.
"Memang benar saat ini adsa calon investor berlabel nasional PT Vala Mustika telah menyatakan keseriusannya untuk membangun PLTA Mamuju dengan memanfaatkan aliran sungai Karama," kata Kepala Bagian Ekonomi Sekretaris Daerah Mamuju, H.Yusri Muis di Mamuju, Kamis.
Menurutnya, pemerintah kabupaten Mamuju sangat merespon adanya pembangunan PLTA dalam rangka mendukung terjaminnya kebutuhan listrik di Sulbar.
"Rencananya pihak PT Vala Mustika akan membangun tahap pertama dengan kapasitas 250 megawatt. Tentunya, akan ada tahap berikutnya sesuai dengan kebutuhan yang ada,"kata dia.
Yusri Muis mengatakan, dana inivestasi yang disiapkan pemodal tentu tidak sedikit untuk membangun PLTA berkapasitas tinggi.
"Sekarang ini dalam proses tahap penyusunan kerangka acuan Analisis Dampak Lingkungan (Andal) PLTA. Jika semua proses telah terpenuhi maka pihak pemodal langsung melakukan kegiatannya,"ujar Yusri.
Ia menyampaikan, jika kelak PT Pala Mustika berhasil membangun PLTA kapasitas 250 megawatt maka dipastikan akan mampu memasok kebutuhan energi listrik di Sulbar.
"Kebutuhan listrik di Sulbar sekarang ini hanya sekitar 35 megawatt. Dengan demikian, masih memungkinkan energi listrik yang akan terbangun ini bisa memenuhi listrik daerah lain seperti ke Sulteng maupun Sulsel,"terangnya.
Pastinya kata dia, PLN Sulteng siap membeli energi listrik yang dihasilkan dari PLTA tersebut dengan kebutuhan hingga 60 megawatt
Yusri menambahkan, rencana pembangunan PLTA Mamuju ini telah dilakukan tahap sosialisasi dengan masyarakat khususnya yang ada di Kecamatan Kalumpang.
"Pembangunan PLTA ini tak akan menimbulkan dampak besar terhadap lingkungan. Apalagi, jika harus dilakukan relokasi pemukiman masyarakat seperti rencana PLTA yang akan dibangun investor China,"pungkasnya. (Editor : N Sunarto)
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
