
PKB Mamuju Targetkan Tujuh Kursi

Mamuju (Antara News) - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mematok target minimal tujuh kursi pada pemilihan legislatif 2014 yang akan datang.
"Target tujuh kursi menjadi target maksimal pada pileg dari lima daerah pemilihan di Kabupaten Mamuju,"kata Ketua DPC PKB Mamuju, Bakri Bestari di Mamuju, Rabu.
Menurutnya, dari lima dapil tersebut diharapkan ada diantara yang mampu merebut lebih dari satu kursi pada pesta demokrasi lima tahunan ini.
Karenanya kata dia, partai binaannya akan menjaring kader potensial pada masing-masing dapil untuk dapat merebut kursi sesuai yang telah ditargetkan.
"Saat ini kami telah melakukan penjaringan bakal calon legislatif baik dari kalangan internal kader maupun ekternal,"ungkapnya.
Olehnya itu kata dia, PKB Mamuju terus menkonsolidasikan diri menghadapi pemilu 2014 untuk mencapai target perolehan kursi, yakni dengan membentuk tim pemenangan mulai dari tingkat Kabupaten sampai desa.
"Di pemilu 2009 PKB di Mamuju gagal meraih kursi di DPRD Mamuju. Makanya, kami menggenjot konsolidasi untuk bisa meraih hasil maksimal,"katanya.
Ia menyampaikan, berkurangnya partai politik peserta Pemilu 2014 tentu menguntungkan partainya karena tingkat persaingan juga makin berkurang.
Bakri juga mengatakan, target PKB Mamuju raih satu kursi tiap dapil, optimis akan diraih karena badan otonom organisasi Nahdatul Ulama yang ada di Mamuju akan mendukung PKB memenangkan pemilu 2014 di Mamuju.
"PKB memiliki ikatan emosional dengan NU, organisasi Islam terbesar di negara ini, karena pendiri partai ini banyak yang berlatar belakang dari organisasi NU," kata dia.
Karena itu, badan otonom NU di Mamuju seperti Fatayat NU, IPPNU, Muslimat NU, dan Ansor, juga Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) telah menyatakan diri bersiap mendukung PKB memenangkan Pemilu 2014, konsolidasi jajaran pengurus badan otonom NU dan pengurus PKB secara massif telah dilakukan. (Editor : M Taudik)
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
