
UNM Gaet Perusahaan Hongkong Antisipasi Plagiat

Makassar (Antara News) - Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar menggaet perusahaan Hongkong untuk mengantisipasi adanya tindakan plagiat tesis dan disertasi.
"Kami bekerja sama dengan perusahaan Hongkong yang memproduksi "software" antiplagiat yang dinamakan I Paradigms," kata Direktur PPs UNM Prof Dr Jasruddin, MSi di Makassar, Kamis.
Menurut dia, upaya tersebut menunjukkan keseriusan pihak UNM agar tidak ada mahasiswa yang melakukan tindakan plagiat dalam penyusunan tesis dan disertasi.
Dia mengatakan, pentingnya mencegah terjadinya plagiat karya ilmiah itu, tak lain untuk menjaga citra dan marwah perguruan tinggi. Apalagi perguruan tinggi merupakan wadah yang menjadi cerminan dan hendaknya menjadi teladan di kalangan masyarakat.
"Yang jelas, kami tidak ingin citra perguruan tinggi menjadi lemah, apabila hanya melahirkan alumnus yang kemudian terbukti melakukan plagiat," katanya.
Jasruddin mengatakan, tindakan plagiat merupakan tindakan yang tidak terpuji dalam sistem pendidikan. Karena itu, pihaknya telah mewanti-wanti mahasiswa agar dalam menyusun tesis atau disertasi harus memperhatikan etika dalam mengambil teori yang sudah ada.
Salah satu caranya, lanjut dia, dengan mencantumkan sumbernya agar jelas landasan teori yang dikutip dalam karya ilmiahnya. Adapun batas toleransi pengutipan teori atau informasi yang menjadi standar UMN adalah 30 persen.
"Batas toleransi itu juga diterapkan universitas atau perguruan tinggi lainnya di Indonesia, apabila melewati batas toleransi itu berarti masuk kategori plagiat," jelasnya.
Mengenai pengoperasian "software" tersebut, dia berharap agar pada Maret 2013 sudah dapat difungsikan. Sementara harga perangkat pendeteksi antiplagiat itu diakui mencapai ratusan juta rupiah, tanpa menyebutkan nilai nominalnya. (Editor : N Hayat)
Pewarta : Suriani Mappong
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
