
Statoil Gagal Temukan Migas di Blok Karama

Makassar (Antara News) - Perusahaan asal Negara Norwegia, Statoil mengakui gagal menemukan titik sumber minyak dan gas pada Blok Karama, Mamuju, Sulawesi Barat, sehingga memilih menghentikan pengeboran sejak akhir tahun 2012.
"Perusahaan kami telah melakukan tahap eksplorasi sebagai upaya pencarian titik minyak di Blok Karama dan bahkan kami sudah mengebor tiga sumur dengan kedalamam 3000 meter di bawah laut dan hasilnya sama sekali tidak ada potensi migas," kata penanggungjawab program CSR Statoil, Wawan Koswara saat menyampaikan pemaparan terkait pelaksanaan program CSR di Hotel Aryaduta Makassar, Kamis.
Menurutnya, setelah resmi pamit dari Mamuju pada akhir tahun 2012 yang lalu maka perusahaan asal negara Norwegia ini kembali melakukan pencarian migas di Blok Halmahera II Kabupaten Raja Empat, Papua.
"Kami gagal menemukan titik migas di Blok Karama. Ini sudah menjadi konsekuensi perusahaan yang harus menanggung beban yang cukup tinggi. Tapi kami tidak merasa rugi, karena semua upaya telah kita lakukan. Walaupun hasilnya akhirnya nihil,"katanya.
Wawan menyampaikan, sejak sejak seismic survey tahun 2008 hingga tahap akhir eksplorasi atau pengeboran pada Agustus 2012, Statoil telah menghabiskan dana 250 juta dolar AS. Itu belum termasuk biaya teknis hingga penyerahan signature bonus atau Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNPB) yang diserahkan kepada pemerintah pusat saat penandatanganan kontrak kerja pada 2007 silam.
"Berinvestasi memang sudah begini. Tapi kami tidak rugi, sebab di beberapa blok yang kami kelola di negara lain telah menemukan minyak seperti di Brazil, Tanzania, dan di Norwegia," ungkapnya.
Sementara itu Kepala Perwakilan SKKMIGAS Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Ngatijan menyampaikan, Blok Karama di Mamuju akan kembali diserahkan ke negara untuk dilakukan lelang ulang.
"Blok Karama ini tetap dinilai memiliki potensi migas. Hanya saja, Statoil belum beruntung menemukan cadangan migas," ungkapnya.
Karena itu kata dia, kandungan potensi migas di perairan Sulbar itu ada yang menuai hasil walaupun sudah ada beberapa perusahaan telah menghentikan tahap eksplorasi migas.
Editor : N Sunarto
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
