
Vala Mustika Butuhkan Pelepasan Kawasan Hutan Mamuju

Mamuju (Antara News) - Calon investor PT Vala Mustika Indonesia yang ikut melirik proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, masih membutuhkan pelepasan kawasan hutan lindung untuk menjaga debit air Sungai Karama.
"Sesuai dengan rencana kerja, kami membutuhkan pelepasan kawasan hutan lindung hingga 1.500 hektare. Luasan kawasan hutan lindung yang hendak dibebaskan itu bukan untuk dimanfaatkan apalagi melakukan perusakan sebab kami hanya membutuhkan debit air aliran Sungai Karama," kata Direktur PT Vala Mustika, Trisna Prawidjaya seusai pertemuan rapat penyusunan kerangka acuan penyusunan Andal di Mamuju, Rabu.
Menurutnya, pembebasan kawasan hutan lindung ini dimaksudkan untuk mengantisipasi adanya hambatan dalam proses rencana pembangunan PLTA di wilayah Kecamatan Kalumpang sekitar 110 kilometer dari kota Mamuju.
"Pastinya tidak ada maksud merusak kawasan hutan. Sebab, kami hanya membutuhkan debit air untuk memutar turbin PLTA yang akan kami bangun," ungkapnya.
Tris menyampaikan, masih banyak tahapan yang harus dilelalui setelah penyusunan kerangka amdal telah tuntas. Termasuk membangun komunikasi dengan masyarakat di wilayah hulu Sungai Karama.
"Sebelum pembangunan dilaksanakan maka tentu akan diawali dengan pertemuan dengan masyarakat yang ada di Kalumpang. Ini penting untuk menjaga terjadinya miskomunikasi dengan masyarakat setempat," kata Tris.
Ia menyampaikan, masyarakat yang terkena dampak lingkungan tentu akan diajak untuk berkomunikasi khususnya menyangkut pola kerja rencana pembangunan PLTA Karama.
"Pihak kami pasti melibatkan masyarakat sebelum dilakukan pembangunan PLTA Karama. Perusahaan perlu menjelskan secara rinci apa-apa saja yang akan kami laksanakan," ujarnya.
Pastinya kata dia, perusahaan Vala Mustika tidak akan menenggelamkan permukiman penduduk seperti rencana investor China yang akan merelokasi pemukiman penduduk setempat.
Karena itu kata dia, setelah ini maka tim akan melakukan survei lapangan termasuk pemanfaatan kawasan hutan dan kondisi masyarakat yang ada di wilayah hulu sungai.
Tris juga menyampaikan, pihak Vala Mustika tertarik membangun PLTA di Mamuju karena memiliki potensi aliran sungai yang luar biasa.
"Aliran sungai Karama memiliki potensi besar untuk membangun PLTA. Proyeksi kami untuk membangun PLTA berkeinginan lebih cepat. Namun kami menyadari masih membutuhkan tahapan panjang seperti ijin dari Kemenhut maupun perizinan lainnya," tutur Tris.
Jika pinjam pakai hutan sudah selesai kata dia, maka tahapan pembangunan PLTA baru bisa dilaksanakan.
"Kemungkinan rencana pembangunan PLTA ini membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun dari sekarang untuk kontruksi bangunan. Kami optimistis bisa melaksanakan rencana investasi pembangunan PLTA Karama," terangnya.
Editor : Agus Setiawan
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
