Logo Header Antaranews Makassar

Wali Kota Makassar ajak Monash University kuatkan ekonomi Lorong wisata

Selasa, 11 April 2023 17:00 WIB
Image Print
Wali Kota Makassar bersama delegasi Monash University dan Welcome Trust saat membahas beberapa rencana kerja sama pengembangan ekosistem lorong wisata di Makassar. ANTARA/HO/Pemkot Makassar

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengajak para delegasi Wellcome Trust dan Monash University untuk terus menguatkan ekosistem ekonomi di Lorong Wisata (Longwis) kota itu.

"Kita punya program Lorong Wisata yang saat ini sudah berjalan. Progres terhadap ekosistem Longwis juga sangat baik, berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Danny, sapaan akrab Ramdhan Pomanto mengatakan dengan adanya program lorong wisata tersebut, inflasi di Kota Makassar juga bisa dikendalikan karena berbagai komoditas ditanami seperti cabai yang berkontribusi terhadap inflasi.

Di hadapan Director of The Intervention, Revitalising Informal Settlement and their Environment (RISE) Associate Dean International And Engagement Monash University, Prof Diego Ramirez dan RISE Director Of Assesment, Prof. Karin Leder dan delegasi Wellcome Trust, ia memaparkan gagasannya membentuk longwis berdampak terhadap sirkulasi ekonomi masyarakat.

Danny mengajak masing-masing delegasi untuk bekerja sama dengan Pemkot Makassar dalam pengembangan ekosistem ekonomi di longwis yang juga disebutnya sebagai sel-sel masyarakat itu.

"Intinya teman-teman delegasi dapat terlibat di lorong wisata dan dapat tumbuh dengan economic sircularnya sehingga sustainable atau berkesinambungan. Bukan hanya menjual produk tanaman cabai, atau budidaya perairan seperti lobster tetapi lebih jauh mengolahnya menjadi produk bernilai tambah," katanya.

Dia mencatat ada 5.000 lorong di Makassar, tahun lalu sudah ada 1.096 longwis dan tahun ini targetnya 1.000 lorong lagi. Klaster-klaster ekonomi longwis itu memperkuat ekonomi, apalagi di dalamnya UMKM atau Small Medium Enterprise dan banyak hal lain.

Dari situ ekosistem pun terbentuk, termasuk membuat digitalisasi untuk big data Metaverse, seperti ada QR Code untuk penduduk, data pribadi, alamat digital.

"Di longwis inilah saya ajak masyarakat menanam sejumlah komoditas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini sejalan dengan kebijakan pusat untuk memerangi inflasi, juga food security. Termasuk menguatkan hubungan sosial masyarakat karena adanya kerja sama di lorong," terang dia.

Ia menjelaskan semuanya dimulai dari ekonomi mikro sehingga dampaknya sekaligus termasuk menekan gini ratio atau kesenjangan ekonomi. Hasilnya, kini longwis pun menjadi ruang produktif dan etalase kota atau tujuan pariwisata.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi di Makassar mencapai 5,40 persen dari sebelumnya 4,47 persen. Selain itu inflasi di Makassar juga turun, berdasarkan data BPS Kota Makassar bahwa sejak November tahun lalu mencapai 5,99 persen lalu turun mencapai 5,72 persen pada Februari 2023.

Jumlah penduduk miskin di Makassar pun turun. Pada 2021 berjumlah 74.690 sedangkan 2022 turun menjadi 71.830.

Sementara itu, di tengah kerja sama dengan RISE, ke depannya kelanjutan kolaborasi dengan Pemkot Makassar sendiri, saran dia, pula dapat fokus pada ekosistem persampahan.

Apalagi, program bank sampah di Makassar, berhasil membawa salah satu industri swasta ke Makassar untuk mengolah sampah yang telah dipilah dari Bank Sampah.

Kata dia, ekosistem seperti Bank Sampah ini bakal merangsang ekonomi masyarakat lorong dengan dapat mengolah bahan yang tak terpakai menjadi layak guna.

"Nah, kita bisa kolaborasi dengan RISE di situ. Memperkuat ekosistem bank sampah yang sudah ada," ucapnya.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026