
Nilai Tukar Petani Sulbar Naik 0,24 Persen

"Kondisi NTP di Sulbar ini naik karena didukung beberapa sektor, baik tanaman pangan maupun komoditas lainnya," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulbar Setianto di Mamuju, Senin.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Perkembangan nilai tukar petani Provinsi Sulawesi Barat selama Mei 2013 sebesar 104,89 atau naik 0,24 persen dari NTP April 2013 sebesar 104,64.
"Kondisi NTP di Sulbar ini naik karena didukung beberapa sektor, baik tanaman pangan maupun komoditas lainnya," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulbar Setianto di Mamuju, Senin.
Menurut dia, perkembangan NTP menurut subsektor tercatat untuk subsektor tanaman pangan (NTP-P) 88,07, subsektor hortikultura (NTP-H) 88,43, subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-R) 132,01, subsektor peternakan (NTP-T) 112,94, dan subsektor perikanan (NTN) 106,64.
Berdasarkan hasil pemantauan harga konsumen perdesaan, kata dia, menunjukkan terjadinya inflasi perdesaan di Sulbar pada bulan Mei 2013 sebesar 0,29 persen, yang secara umum dipicu oleh naiknya indeks harga semua kelompok pengeluaran, yaitu kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 0,30 persen, kelompok pengeluaran makanan jadi sebesar 0,45 persen.
Kemudian, kelompok pengeluaran perumahan 0,08 persen; kelompok pengeluaran sandang 0,09 persen; kelompok pengeluaran kesehatan 0,16 persen; kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,48 persen; kelompok pengeluaran transportasi dan komunikasi 0,20 persen.
Setianto menyampaikan bahwa kondisi inflasi di daerah perdesaan terjadi di 17 provinsi, tertinggi di Maluku 0,60 persen dan terendah di Kepulauan Riau 0,01 persen.
Ia mengatakan bahwa sebanyak 15 provinsi mengalami deflasi perdesaan, tertinggi Kalimantan Selatan -0,46 persen dan terendah Sumatera Barat -0,02 persen.
"Kondisi di Sulbar yang mengalami inflasi sebesar 0,29 persen, menempati urutan kedua dari 17 provinsi yang mengalami inflasi perdesaan," katanya.
Untuk skala nasional, lanjut dia, NTP Mei 2013 sebesar 104,95 atau mengalami deflasi perdesaan sebesar 0,03 persen. D.Dj. Kliwantoro
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
