
Layar- Cindy Pertiwi Masuk Tim Inti SEAG

"Kami sudah mendapatkan surat rekomendasi PB Porlasi terkait pengumuman tim inti SEA Games. Hasil yang sama juga berlaku bagi dua atlet selancar Sulsel yakni Mahardika dan Rika, yang terpaksa harus di pulangkan," jelasnya.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Atlet layar asal Sulawesi Selatan Cindy Pertiwi berhasil masuk tim inti untuk SEA Games Myanmar, Desember 2013.
Ketua Harian Porlasi Sulsel Basri, di Makassar, Rabu, mengatakan, Cindy merupakan satu-satunya atlet Sulsel yang bisa menembus tim inti SEA Games 2013. Adapun pasangannya di class int 420 yakni Nurul Oktaviani harus dipulangkan karena kalah bersaing dengan atlet asal Jatim.
"Kami sudah mendapatkan surat rekomendasi PB Porlasi terkait pengumuman tim inti SEA Games. Hasil yang sama juga berlaku bagi dua atlet selancar Sulsel yakni Mahardika dan Rika, yang terpaksa harus di pulangkan," jelasnya.
Namun berbeda dengan Nurul yang harus pulang karena kalah bersaing, dua atlet selancar Sulsel Mahardika Sabara, dan Rika Riawan, justru dipulangkan berhubung nomor yang menjadi spesialisasinya yakni RX:One diputuskan tidak dipertandingkan di SEA Games 2013.
Dirinya juga memastikan kualitas keduanya masih salah satu yang terbaik di Indonesia. Artinya peluang untuk kembali memperkuat Indonesia di kejuaraan selajutnya masih terbuka lebar.
Terkait peluang Cindy di SEA Games 2013, dirinya mengaku jika harus bekerja lebih keras untuk bisa merebut medali bagi Indonesia. Sebab lawan yang akan dihadapi merupakan para juara dunia berpengalaman dari Singapura dan Malaysia.
"Perjuangan Cindy akan lebih sulit dibandingkan SEA Games 2011. Mudah-mudahan tim pelatih bisa memaksimalkan waktu yang tersisa untuk lebih memoles kemampuan atlet. Beberapa laga ujicoba jug penting untuk menjaga penampilan," kata Wakil Ketua Pembinaan Prestasi PB Porlasi tersebut.
Pelatih Layar Indonesia Adi Sutrisno, sebelumnya cukup mengandalkan Cindy dan Nurul bisa menembus tim SEA Games. Pada pelatnas lalu, Cindy dan Nurul harus bersaing dengan enam atlet lain dari tiga provinsi yakni Jatim, Sumbar, dan Kalimantan Timur.
"Seluruh atlet tidak lagi menjalankan agenda try out. Artinya hasil evaluasi di Surabaya itu yang akan menentukan nasib para atlet termasuk layak tidaknya mewakili timnas Indonesia di SEA Games," katanya.
Pelatih Sulsel itu juga mengakui jika empat atlet lainnya masing-masing Ismail/Murhadi (class int 470 putra) serta Fitri/Meta di class int 470 putri, harus dipulangkan lebih awal karena nomor yang menjadi spesialisasi mereka juga tidak dipertandingkan.
Wakil Ketua I KONI Sulsel Marzuki Wadeng, menyatakan cabang layar dan selancar angin masih menjadi prioritas utama Sulsel di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar 2016. Sejumlah nama yang disebut juga masih akan menjadi andalan demi merebut medali PON. A Budiman
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
