Logo Header Antaranews Makassar

Siasati Hama Tikus dengan Legowo 21

Kamis, 25 Juni 2009 13:29 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Hama tikus yang sering mengganggu tanaman padi petani ternyata dapat disiasati dengan sistem penanaman Legowo-21.

Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul yasin Limpo, mengatakan di Kabupaten Banteng, Sulsel, Sistem penanaman yang menggunakan alur 2 baris 1 lorong tersebut selain hemat penggunaan pupuk juga terbukti mampu menghalau serangan tikus maupun tungro yang sering merusak tanaman padi.

"Saya meminta seluruh petani di Sulsel agar segera menerapkan sistem tanam Legowo-21," katanya ketika membuka Tudang Sipulung (musyawarah) Kelompok Tani Andalan (KTNA) se Sulsel yang dipusatkan di lapangan Lompobattang, Bantaeng.

Menurut gubernur, pelaksanaan Tudang Sipulung merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produksi dan kualitas pertanian yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri.

Karena itu, ia berharap, setiap daerah juga melakukan Tudang Sipulung antar kecamatan dan desa karena banyak manfaatnya.

"Rembugkan persoalan disekitar kita agar ditemukan jalan keluar. Salah satunya gunakan Legowo agar tidak ada hama tikus. Bila komitmen tersebut dilaksanakan dengan baik, Sulsel tak akan kalah dengan provinsi lainnya di Indonesia," katanya.

Syahrul kemudian memuji kebersamaan yang sudah dilakukan selama ini hingga menghasilkan produksi yang memadai.

Hal tersebut menjadikan Sulsel memiliki pertumbuhan yang cukup tinggi yakni mencapai pertumbuhan ekonomi 7,46 persen (data BPS 5 provinsi mengalami pertumbuhan di atas 6 persen) sementara daerah lainnya hanya tumbuh 4 persen.

Menurutnya, itu karena pertanian Sulsel berjalan maksimal. Agar kondisi tersebut dapat dipertahankan atau ditingkatkan, kata Syahrul, KTNA diminta mendesak seluruh kabupaten untuk melakukan rembug karena pendekatan kultur (adat) merupakan salah satu solusi peningkatan sistem pertanian.

"Pertanian hanya bisa maju dan meningkat hasilnya kalau kita juga baik dengan bermusyawarah," ujarnya.

Kondisi seperti itu, tambah Syahrul lagi sangat ampuh menghadapi krisis global.

''Saya tidak sombong mengatakan Sulsel akan bebas dari krisis, tapi tanda-tandanya sudah ada yakni pertanian kita terjaga dengan baik,"katanya.

(T.PK-AAT/S016)