
Erwin Kallo Cawalkot Makassar Terkaya

"Kami mengapresiasi KPU Makassar untuk mewujudkan proses tahapan pilkada yang beritegritas dengan harapan, Insya Allah mendapat calon wali kota kedepan yang bersih dan dapat memajukan daerah ini," harap salah satu pimpinan KPK Zulkarnain di Makassar,
Makassar (ANTARA Sulsel) - Calon Wali Kota Makassar nomor urut lima Erwin Kallo menjadi kandidat yang terkaya setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang maju di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Makassar.
"Kami mengapresiasi KPU Makassar untuk mewujudkan proses tahapan pilkada yang beritegritas dengan harapan, Insya Allah mendapat calon wali kota kedepan yang bersih dan dapat memajukan daerah ini," harap salah satu pimpinan KPK Zulkarnain di Makassar, Kamis.
Dalam laporan harta kekayaan yang diumumkan KPK sebelum diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar ini terdiri dari harta bergerak, harta tidak bergerak, surat berharga, giro, piutang dan hutang.
Berdasarkan nomor urut calon wali kota terkaya yakni, Erwin Kallo mempunyai kekayaan setara Rp34,6 miliar lebih kemudian Mohammad Ramdhan Pomanto Rp32,5 miliar lebih, Rusdin Abdullah sebesar Rp13,4 miliar.
Selanjutnya diurutan empat ada Muhyina Muin yang mempunyai kekayaan setara Rp13,2 miliar lebih, Apiaty Amin Syam Rp7.7 miliar, Tamsil Linrung Rp6,1 miliar, Irman Yasin Limpo Rp4,4 miliar, Supomo Guntur Rp4,1 miliar, Adil Patu sebesar Rp2,7 miliar dan Herman Handoko sebesar Rp1,1 miliar lebih.
Zulkarnain menyatakan, bantuan teknis dan bimbingan tentang LHKPN itu wajib diisi oleh para penyelenggara negara dan harus diisi secara benar dan jujur agar tidak terjadi multitafsir setelah menjabat.
"Kami ucapkan selamat berjuang kepada semua calon dan laporan serta isian yang dilakukan secara benar dan jujur oleh setiap calon penyelenggaran negara membantu dalam menciptakan pemerintahan yang bersih," katanya.
Mohammad Ramdhan Pomanto atau akrab disapa Danny yang ditemui menyampaikan jika bersama Ical, laporan harta kekayaannya yang diserahkannya adalah sesungguhnya tanpa ada ada manipulasi dan unsur tidak pidana lainnya dalam pelaporan itu.
"Terima kasih atas spirit yang diberikan oleh KPK RI, ucapan selamat berjuang kepada kami adalah sebuah indikator bahwa Makassar akan dibangun tanpa tindakan korupsi merupakan harapan yang tidak akan sirna dan segera terwujud," katanya.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
