
Kredit Usaha Sulsel 113 Persen

Makassar (ANTARA Sulsel) - Permintaan kredit usaha di Provinsi Sulawesi Selatan mencapai angka 113 persen, namun Gubernur menyayangkan masih ada pihak-pihak yang mencari keuntungan dengan cara tidak bermoral seperti perdagangan manusia.
Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, di Makassar, Jumat, mengatakan, jumlah kredit usaha yang luas tersebut seharusnya sudah sangat membantu masyarakat untuk membangun usaha yang baik.
"Bukan usaha dengan cara instan dan tidak bermoral seperti perdagangan manusia. Usaha ini adalah usaha yang sangat merendahkan martabat manusia," katanya.
Menurutnya, provinsi ini merupakan satu dari lima provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di Indonesia, yaitu sebesar 7,62 persen per tahun, dibandingkan provinsi lainnya yang tumbuh sekitar 4 persen.
Ia meminta masyarakat untuk segera melaporkan jika ada usaha-usaha yang mengarah pada perdagangan manusia atau "trafficking".
Para organisasi dan tokoh-tokoh perempuan diharapkan lebih aktif dan fokus pada upaya-upaya mencegah praktik "trafficking".
Termasuk lembaga-lembaga terkait agar segera melakukan tindakan nyata pada pencegahan praktek perdagangan yang kebanyakan terjadi pada wanita dan anak-anak ini.
Pemerintah akan mendukung dengan membuat peraturan-peraturan yang juga akan membantu menutup celah perdagangan.
Di Indonesia, kabar mengenai perdagangan manusia mulai terdengar pada tahun 1993, dengan korban rata-rata berusia belasan tahun.
Sementara Sulawesi sendiri, kasus "trafficking" mulai terdengar pada tahun 2000 yaitu di Watampone dan Sengkang. Korban diperdagangkan di dalam negeri dan di luar negeri.
(T.PSO-100/Z004)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
