Logo Header Antaranews Makassar

Mamuju Inflasi 1,26 Persen

Selasa, 3 September 2013 12:57 WIB
Image Print
"Laju inflasi tahun kalender Indonesia (Desember 2012- Agustus 2013) sebesar 7,94 persen dan laju inflasi "year on year" (Agustus 2012-Agustus 2013) sebesar 8,79 persen," kata Setianto.

Mamuju (ANTARA Sulbar) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat, menyebutkan pada Agustus 2013 Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat inflasi sebesar 1,26 persen.

"Dengan inflasi sebesar 1,26 persen dan indeks harga konsumen (IHK) 146,01, maka Mamuju menempati urutan ke-28 atau tertinggi dari seluruh kota yang mengalami inflasi," kata Kepala BPS Sulbar, Setianto di Mamuju, Selasa.

Menurutnya, kota Mamuju mengalami inflasi tahun kalender (Desember 2012-Agustus 2013) sebesar 5,62 persen dan laju inflasi "year on year" (Agustus 2012-Agustus 2013) sebesar 5,67 persen.

"Laju inflasi tahun kalender Indonesia (Desember 2012- Agustus 2013) sebesar 7,94 persen dan laju inflasi "year on year" (Agustus 2012-Agustus 2013) sebesar 8,79 persen," kata Setianto.

Inflasi di Mamuju pada Agustus 2013 kata dia, terutama disebabkan oleh peningkatan IHK pada seluruh kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan 2,16 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 1,95 persen.

Kemudian kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 1,36 persen, kelompok sandang 1,18 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,84 persen, kelompok kesehatan 0,53 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,32 persen.

Dia menerangkan, peningkatan indeks harga pada kelompok bahan makanan disebabkan oleh peningkatan indeks harga yang cukup signifikan pada sub kelompok ikan segar dan sub kelompok bumbu-bumbuan, masing-masing sebesar 0,27 persen dan 0,12 persen.

Sedangkan komoditi yang dominan memberi andil inflasi yakni bawang merah 0,33 persen, angkutan antar kota 0,18 persen, ikan cakalang 0,10 persen, tarip listrik 0,08 persen, ikan layang 0,06 persen, biaya akademi/perguruan tinggi dan ikan bandeng masing-masing 0,05 persen.

Gula pasir dan ikan bakar masing-masing 0,04 persen, emas perhiasan, udang basah, beras dan ikan tongkol masing-masing 0,03 persen, serta daging ayam ras, jeruk, mobil dan kentang masing-masing 0,02 persen.

Sementara itu, komoditi yang dominan menekan laju inflasi yakni bawang putih -0,09 persen, cabe rawit -0,07 persen, cabe merah -0,06 persen, tomat sayur -0,02 persen, serta teri kering, gula pasir, teri basah dan jeruk nipis/limau masing-masing -0,01 persen. Budi Suyanto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026