Logo Header Antaranews Makassar

Sulsel Peringkat 15 Popnas Jakarta 2013

Jumat, 20 September 2013 18:06 WIB
Image Print
"Kali ini kami kembali melantik dua anggota DPRD melalui proses PAW. Dua nama baru ini resmi mengisi kursi legislatif dari proses yang sama," kata Ketua DPRD Mamuju, Sugianto di Mamuju, Jum`at.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Kontingen Sulawesi Selatan menempati peringkat 15 pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2013 di Jakarta, 12-20 September 2013 dengan perolehan empat emas, enam perak dan enam perunggu.

Ketua Kontingen Sulsel Heri Susanto, saat dihubungi dari Makassar, Jumat, mengatakan hasil yang dicapai tim Sulsel membuat target sebelumnya yakni menembus posisi 10 besar klasemen akhir dipastikan gagal tercapai.

"Untuk Kawasan Timur Indonesia kita juga kalah dari Papua. Hasil ini tentu saja tak lepas dari kegagalan sejumlah cabang yang sempat menjadi unggulan kita merebut emas seperti karate, takraw, tinju, dan silat," katanya

Peringkat Sulsel pada dasarnya masih bisa lebih baik setelah menempatkan dua wakilnya di final, Jumat (20/9). Namun dua finalis Sulsel yakni Purnama Sari (pencak silat) serta Eric Erianto (tinju) gagal mempersembahkan medali emas setelah kalah dari lawan-lawannya dibabak final Popnas 2013.

Purnama Sari yang turun di kelas H harus mengaku keunggulan pesilat asal Jatim. Sementara Eric Erianto yang tampil cukup menyakinkan sejak babak penyisihan gagal mengalahkan petinju tuan rumah DKI Jakarta.

"Kedua atlet yang menjadi harapan terakhir kita di Popnas 2013 harus puas dengan medali perak. Kegagalan ini tentu cukup disayangkan karena kedua atlet pada dasarnya memiliki kemampuan mendapatkan hasil yang lebih baik," jelasnya.

Pelatih Tinju Sulsel Abdi Amahoru, mengatakan kekalahan Eric dibabak final membuat target timnya merebut emas gagal terwujud. Pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi terhadap penampilan seluruh petinju agar bisa lebih bersaing kedepan.

Mengenai kekalahan Eric, dirinya menilai ada kaitannya dengan masalah mental. Apalagi juara kejurnas Tinju Junior Ke-16 & Youth 2012 itu menghadapi petinju tuan rumah. Meski demikian, dirinya juga mengakui jika kualitas petinju DKI memang cukup baik.

Pelatih Silat Sulsel Yahya, mengatakan kegagalan Purnama Sari merebut emas semakin memperburuk pencapain timnya di Popnas. Tim silat Sulsel yang sebelumnya optimistis menaragetkan tiga medali emas harus puas hanya dengan perolehan satu perak dan perunggu.

Mengenai hasil buruk di Popnas, dirinya menilai karena kurang maksimalnya penampilan sejumlah pesilat yang sempat diandalkan meraih hasil maksimal seperti Nurhakika (kelas A) serta Bernardino Resky di kelas D putra.

Nurhakika yang selama persiapan memperlihatkan kualitas terbaik harus terhenti dibabak perdelapan final setelah dikalahkan wakil tuan rumah DKI Jakarta. Sementara Bernardino yang pada Popnas sebelumnya sukses merebut medali justru lebih memprihatikan setelah kandas sejak babak penyisihan.

"Satu-satuanya harapan terakhir kita merebut emas gagal dipartai puncak. Hasil ini tentu diluar dugaan dan sepatutnya menjadi bahan evaluasi," ujarnya. Agus Setiawan



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026