
KPU: Caleg Optimalkan Radio Untuk Kampanye

"Ini mesti menjadi evaluasi bagi lembaga penyiaran publik radio yang beroperasi di Sulbar, karena caleg belum menggunakan sarana radio berkampanye," katanya pada acara Pemberdayaan Lembaga Penyiaran Menyonsong Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 20
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Calon anggota legislatif di Provinsi Sulawesi Barat hingga saat ini belum mengoptimalkan pemanfaatan stasiun radio untuk kampanye menghadapi Pemilu 2014, kata Anggota Komisi Pemilihan Umum Sulbar Adi Arwan Alimin.
"Ini mesti menjadi evaluasi bagi lembaga penyiaran publik radio yang beroperasi di Sulbar, karena caleg belum menggunakan sarana radio berkampanye," katanya pada acara Pemberdayaan Lembaga Penyiaran Menyonsong Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014 di Mamuju, Rabu.
Berdasarkan pemantauan, katanya, caleg belum memilih stasiun radio untuk berkampanye secara optimal karena operasionalnya di daerah itu belum maksimal.
Selain stasiun radio, katanya, televisi swasta yang menjadi lembaga penyiaran di Sulbar, juga belum dimanfaatkan secara optimal oleh para caleg untuk berkampanye.
"Justru KPU Sulbar yang banyak menggunakan lembaga penyiaran, menyosialisasikan agar masyarakat dapat menyukseskan pemilu," katanya.
Ia berharap lembaga penyiaran dapat beroperasi secara profesional agar partai politik dan para caleg dapat melirik lembaga penyiaran, seperti stasiun radio dan televisi, untuk berkampanye.
Hal itu, katanya, terkait dengan upaya meningkatkan peran serta masyarakat dalam menyukseskan pemilu, melalui penyampaian informasi kepada warga.
"Radio memiliki pendengar tersendiri di masyarakat, begitu juga televisi sehingga perannya harus dimaksimalkan agar menjadi sarana bagi caleg berkampanye," katanya.
Hingga saat ini, katanya, media cetak justru mendapat tempat tersendiri, sebagai sarana berkampanye para caleg dan parpol dalam menghadapi Pemilu 2014.
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
