
KPU Sulbar Minta Pendukung Ciptakan Pilkada Damai

"Para pendukung kandidat cabup dan cawabup yang bertarung di pilkada Polman kami harapkan turut mendukung suasana yang aman dan damai," kata anggota KPU Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Adi Arwan Alimin di Mamuju, Jumat.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Barat minta pendukung pasangan kandidat Bupati-Wakil Bupati Polewali Mandar (Polman) turut menciptakan pemilihan kepala daerah yang aman dan damai.
"Para pendukung kandidat cabup dan cawabup yang bertarung di pilkada Polman kami harapkan turut mendukung suasana yang aman dan damai," kata anggota KPU Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Adi Arwan Alimin di Mamuju, Jumat.
Ia minta agar para pendukung kandidat Pilkada Polman dapat bersaing secara sehat dengan tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan.
"Laksanakan aturan yang ada jangan menghalalkan segala cara yang dapat merusak kualitas demokrasi yang terus ditata dengan baik di negara ini," kata Adi Arwan.
Selain pendukung, penyelenggara Pilkada Polman juga diingatkan untuk bersikap netral sehingga mendukung terciptanya pemilihan yang jujur dan adil.
"Semua pihak tanpa terkecuali mesti mendukung terlaksananya pilkada yang damai. Segala masalah yang ada mesti diselesaikan melalui ranah hukum yang diatur di negara ini," katanya.
Adi Arman juga berharap masyarakat dapat berpartisipasi menyukseskan pilkada, menyalurkan hak pilih untuk menentukan calon pemimpin yang akan membawa Polman lebih maju dan berkembang.
Pilkada Polewali Mandar yang dijadwalkan digelar tanggal 8 Oktober 2013 diikuti delapan pasangan kandidat cabup-cawabup, yakni Naharuddin-Abdi Manaf (Nahar Mengabdi), Mujirin M Yamin-Hasan Bado, Andi Ibrahim Masdar-Muh Natsir Rahmat (AIM Benar).
Kemudian Nadjamuddin Ibrahim-Erfan Kamil (Naib-Ka), Hikman Katohidar-Nadjib Abdullah Madjid (Hikman-Naam), Muh Asri Anas-Chuduriah Sahabuddin (MAA-CS), A Fadly Patajangi-Abdul Rahman Razak, dan Munarfa Atjo-Bebas Manggazali (Mabes). T Susilo
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
