
Kendaraan Roda Dua Padati Trans Sulawesi

"Masa liburan kami manfaatkan untuk pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga saat lebaran tiba. Jika tak ada kendala, kami kembali ke Mamuju setelah lebaran," kata Ridwan, salah seorang PNS lingkup Pemprov Sulbar.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Kendaraan roda dua makin memadati jalur trans Sulawesi yang digunakan sebagai alat transportasi alternatif masyarakat menjelang datangnya Idul Adha 1433 Hijriah.
Pantauan Antara di Mamuju, Sabtu, iring-iringan kendaraan roda dua melintasi jalur trans Sulawesi bagian barat ini semakin padat seiring dengan masa liburan bagi PNS telah berlangsung.
Libur bersama lebaran Idul Adha ini dimanfaatkan bagi PNS untuk pulang kampung seiring dengan lebaran yang akan segera tiba.
Umumnya para pemudik melakukan perjalanan darat dengan tujuan ke Kabupaten Majene, Kabupaten Polman dan sebagian mengarah ke kota Makassar, Sulawesi Selatan.
"Masa liburan kami manfaatkan untuk pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga saat lebaran tiba. Jika tak ada kendala, kami kembali ke Mamuju setelah lebaran," kata Ridwan, salah seorang PNS lingkup Pemprov Sulbar.
Ia mengatakan, momen lebaran sering ia manfaatkan untuk pulang kampung. Apalagi, jarak tempuh dari Mamuju ke Majene hanya membutuhkan tiga jam melalui perjalanan darat.
"Saya rutin pulang kampung setiap momen lebaran tiba. Apalagi, masa libur kali ini cukup panjang untuk bisa kumpul bersama keluarga di kampung," ujarnya.
Hal senada dikatakan Rusman, salah seorang pengemudi kendaraan roda dua, bahwa kegiatan silaturahim sudah menjadi tradisi baginya setiap Lebaran tiba.
"Momen lubur panjang kami manfaatkan untuk bertemu dengan kerabat keluarga terdekat. Apalagi, pada momen lebaran Idul Fitri yang lalu kami belum sempat pulang kampung," ujarnya.
Ia mengatakan, pengguna jalan harus berhati-hati melajukan kendaraan seiring jalur trans Sulawesi yang kian padat. Kaswir
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
