Logo Header Antaranews Makassar

Pj Gubernur sebut HUT ke 354 Sulsel momentum "Bertaubat"

Kamis, 19 Oktober 2023 19:19 WIB
Image Print
Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin pada Sidang Terbuka Paripurna Peringatan HUT ke 354 Sulsel di Kantor DPRD Sulsel, Makassar, Kamis (19/10/2023). ANTARA/Nur Suhra Wardyah

Makassar (ANTARA) - Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin menyebut bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 354 tahun Sulsel merupakan momentum untuk "Bertaubat" atas kesalahan di masa lampau yang dinilai belum begitu maksimal terhadap pembangunan daerah.

"Momentum 354 tahun Sulsel itu waktunya bertaubat dan merenung, tidak boleh selalu membusungkan dada dan sombong. Sebab ketinggalan masih menghinggapi banyak daerah di Sulawesi Selatan," kata dia pada Rapat Paripurna Peringatan HUT ke 354 Sulsel di Makassar, Kamis.

Ketertinggalan Sulawesi Selatan ini dikisahkan langsung Pj Gubernur Sulsel saat melakukan perjalanan ke salah satu daerah di Kabupaten Wajo, Sulsel, tempat ia bekerja saat awal meniti karir menjadi abdi negara.

Kata dia, sejak 28 tahun silam, infrastruktur jalan di area tersebut tidak banyak berubah, masih tetap berlumpur. Sementara perkembangan kian pesat dan Sulawesi Selatan digadang-gadang sebagai Hub Indonesia Timur. Ini dianggap kontradiktif dengan yang ditemukan di jalan-jalan daerah.

Bahtiar turut menjelaskan dan merinci sejumlah sektor yang butuh perhatian bersama sebagai mana yang dimaksudkan dari kata "bertaubat", yakni perbaikan terhadap kondisi kemiskinan yang saat ini mencapai 8,87 persen. Ini berarti sekitar 800 ribu orang masih hidup dalam kesulitan.

"Sulsel terkenal sebagai lumbung pangan tetapi ketimpangan dan kesenjangan masih terjadi," kata dia.

Tidak hanya itu, angka pengangguran Sulsel juga masih memilukan, yakni sekitar 5 persen. Tercatat sebanyak 2,1 juta warga Sulsel hanya tamat Sekolah Dasar dan 40 persen warga Sulsel hanya tamat SD dan SMP

Selain itu, Bahtiar menjelaskan angka stunting Sulsel mencapai 27,2 persen dan membutuhkan kerja keras serta kolaborasi semua pihak demi mencapai target nasional 14 persen di 2024.

"Ini berarti gizi buruk kita masih tinggi. Penanganannya pada kesejahteraan keluarga. Solusi lainnya, setidaknya kita harus menyiapkan sekitar 1 miliar telur selama setahun. Maka dari itu potensi peternakan juga harus kita kembangkan," urai Pj Gubernur Sulsel.

Dia menambahkan bahwa literasi ekonomi Sulsel saat ini di angka 36 persen dan dinilai masih jauh dari nasional yang sudah berada di angka 49 persen.

Lebih dari itu, Bahtiar menekankan pada sinergitas dan kolaborasi terhadap semua pihak untuk ikut menjadi bagian dari Indonesia Emas pada 2045.

"Jika kita tidak berubah dari sekarang, maka kita akan terus ketinggalan dan tidak bisa menjadi bagian dari Indonesia Emas, hanya tertinggal dan terus menjadi perak," katanya.



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026