Logo Header Antaranews Makassar

STIA Al-Gazali Makassar Gelar Dialog Kebangsaan

Kamis, 28 November 2013 16:24 WIB
Image Print
"Sebab ada kekhawatiran bahwa pada Pemilu 2014 diperkirakan cukup banyak wajib pilih tidak ikut mencoblos (Golput). Sementara persentase tertinggi wajib pilih di Indonesia ini ada bagi pemilih pemula, khususnya mahasiswa," katanya.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Al-Gazali Makassar bekerja sama dengan Komisi Penyelenggara Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulsel dan RRI Makassar menggelar dialog kebangsaan di kampus setempat, Kamis.

Acara yang diikuti mahasiswa itu bertema "Pemahaman Pemilu dalam Demokrasi bagi Pemilih Pemula di Perguruan Tinggi" dan disiarkan langsung RRI melalui programa satu (1) Gel, AM 476,19 meter, 630 KHz, Sw 31,41 meter dan FM 94,4 M.

Acara itu dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan LEA, L.Amir Bachtiar Anwar, SH, MH, Rektor STIA Al-Gazali Makassar, Dr Hj Rosmawaty N. Bakhriar, serta para dosen dan staf STIA Al-Gazali Makassar.

Dialog Kebangsaan ini menampilkan empat narasumber dari kalangan akademisi dan KPU Sulsel, yakni Prof Dr H Burhanuddin Arafah, M.HUM, Ph.D, Faizal Amir, SE, MM (KPU Provinsi Sulsel), Dr Delly Mustafa (Akademisi), serta L. Amir Bachtiar Anwar, SH, MH.

Ketua Yayasan Pendidikan LEA Makassar L. Amir Bachtiar Anwar mengatakan dialog ini sangat penting untuk memberi pemahaman bagi mahasiswa tentang pentingnya Pemilu.

"Sebab ada kekhawatiran bahwa pada Pemilu 2014 diperkirakan cukup banyak wajib pilih tidak ikut mencoblos (Golput). Sementara persentase tertinggi wajib pilih di Indonesia ini ada bagi pemilih pemula, khususnya mahasiswa," katanya.

Menurut guru senior Fakultas Hukum Unhas ini, sosialisasi bagi pemilih pemula di perguruan tinggi ini sangat penting untuk memberikan pemahaman, sebab bisa jadi masih ada pemilih pemula yang memahami benar, kalau pemilu itu sangat dibutuhkan dalam menentukan pemimpin bangsa.

Hal senada juga disampaikan Faizal Amir dari KPU Sulsel bahwa Pemilu 2014 adalah momentum yang sangat menentukan calon-calon pemimpin bangsa masa depan.

Oleh karena itu, menurut mantan ketua KPU Takala, dia meminta kepada mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi April 2014 tahun depan. "Pilihan anda sangat menentukan masa depan bangsa kita yang lebih baik," kata Faizal Amir.

Dalam dialog tersebut banyak juga disoroti tentang daftar pemilih tetap karena sampai saat ini masih banyak warga negara yang masih belum tercantum namanya dalam DPT.

Menurut Faizal Amir, penetapan DPT ini hanya untuk memastikan orang itu datang memilih, tetapi jika ada warga negara yang belum terdaftar di DPT masih dimungkinkan bisa ikut memilih dimana yang bersangkutan bisa masuk dalam daftar pemilih khusus tetapi hal itu dilaporkan 14 hari sebelum pemungutan suara.

"Masalah dihadapi di KPU cukup komplek, tidak semudah dibayangkan banyak orang, seperti masalah pemilih ganda. Ada beberapa temuan satu orang memiliki beberapa KTP dan terdaftar sebagai pemelih tetap di beberapa tempat," katanya.

Soal lainnya, ujar dia, masih banyak warga yang tidak memiliki identitas diri sehingga kadang-kadang menyulitkan KPU belum lagi yang Golput.

"Ini semua masalah yang sekarang ini banyak dihadapi KPU. Tapi untuk meminimalisir masalah yang mungkin terjadi pihaknya akan terus menerus melakukan kegiatan sosialisasi diantaranya kerjasama dengan perguruan tinggi seperti yang sekarang ini dilaksanakan kerjasama dengan STIA Al-Gazali Makassar," katanya. EM Yacub



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026