
Wakil Bupati Evaluasi Program Kegiatan Pembangunan 2013

"Sampai sekarang ini baru tiga dari 11 kecamatan yang telah dilakukan monitoring diantaranya Kecamatan Tapalang, Tapalang Barat dan Kecamatan Tommo," katanya.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Wakil Bupati Mamuju, Sulawesi Barat, melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) program kegiatan pembangunan jelang memasuki akhir tahun anggaran 2013.
"Baru saja kami melakukan Monev pada beberapa titik yang tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Mamuju. Hal ini penting, untuk mengetahui kondisi ril kegiatan pelaksanaan pembangunan yang didanai melalui APBD dan APBN Tahun Anggaran 2013," kata Wakil Bupati Mamuju, Ir. Bustamin Bausat di Mamuju, Senin.
Pelaksanaan Monev ini juga didampingi Kepala Dinas PU Mamuju, Zulkifli Rahman dan Kabag Bina Program PU Mamuju, Basit.
Menurut Bustamin, kegiatan monitoring dan evaluasi lebih berfokus untuk memantau pelaksanaan program ke PU-an yang memang banyak bersentuhan langsung dengan proyek fifik diantaranya pembangunan jembatan, pembangunan MCK, Pembangunan Gedung Sekolah, Jalan Tani dan proyek lainnya.
"Sampai sekarang ini baru tiga dari 11 kecamatan yang telah dilakukan monitoring diantaranya Kecamatan Tapalang, Tapalang Barat dan Kecamatan Tommo," katanya.
Dari hasil pantauan dan diskusi bersama sejumlah masyarakat maupun pelaksana proyek kata dia, masih terdapat pengerjaannya yang telah hampir rampung dan ada pula pengerjaan proyek pembangunan yang masih sangat minim.
Karena itu kata dia, para pihak rekanan segera melakukan langkah antisipasi agar pengerjaan kegiatan tersebut tidak menyeberang ke tahun 2014.
"Kontraktor harus menambah pekerja dan jam kerjanya agar dapat cepat selesai. Sebab kalau tidak dilakukan maka sulit dirampungkan sebelum akhir tahun 2013,"terangnya.
Bustamin menambahkan, setelah melakukan Monitoring dan Evaluasi hasilnya nanti akan menjadi bahan rekomendasi untuk SKPD terkait terhadap kinerja para rekanan.
"Bagi yang tidak memenuhi target harus di Black List dan tidak lagi diberikan kegiatan di tahun berikutnya, karena dampak keterlambatan ini tidak akan sampai pada asas manfaat," tuturnya.
Salah satu penyebab ketidaktepatan volume kegiatan dengan target waktu yang telah ditentukan katanya, akibat kurang matangnya perencanaan dimana selama ini perencanaan kegiatan selalu dilakukan pada tahun yang sama dengan tahun konstruksi. Agus Setiawan
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
