
Fajar Group dirikan pabrik semen Rp7 triliun

"Sekarang sudah siap semuanya, pembebasan tanah sudah dilakukan, mesin-mesin siap didatangkan dari Jerman. Kami harapkan nanti setelah Pemilu sudah bisa ground breaking (mulai dibangun)," katanya.
Makassar, (Antara Sulsel) - Perusahaan media Fajar Group mendirikan pabrik semen di Kabupaten Barru Sulawesi Selatan dengan investasi senilai Rp7 triliun.
Pendiri Fajar Group Alwi Hamu mengemukakan hal itu usai menjadi pembicara Pesta Wirausaha Makassar 2013 yang diselenggarakan Komunitas Tangan Diatas (TDA), Minggu.
"Sekarang sudah siap semuanya, pembebasan tanah sudah dilakukan, mesin-mesin siap didatangkan dari Jerman. Kami harapkan nanti setelah Pemilu sudah bisa ground breaking (mulai dibangun)," katanya.
Alwi mengatakan investasi Rp7 triliun terdiri dari Rp5 Triliun untuk pembangunan pabrik semen, Rp1 Triliun untuk fasilitas jalan dan Rp1 Triliun untuk fasilitas pelabuhan dan galangan kapal.
"Produksi semen-nya direncanakan 10 ribu ton per hari. Pabrik semen ini kerjasama dengan perusahaan Taiwan mereka punya saham 20 persen kami 80 persen," katanya.
Alwi mengatakan produksi semen terutama akan digunakan untuk kebutuhan dalam negeri karena kebutuhan dalam negeri masih kurang 20 juta ton per tahun.
"Paling tidak ekspor-nya ke Timor Leste yang sedang membangun besar-besaran," katanya.
Menurut Alwi pabrik-pabrik semen yang baru berdiri nanti akan memenuhi kebutuhan dalam negeri 10 juta ton per tahun.
"Saya rasa kedepan kebutuhan semen akan besar
karena pembangunan infrastruktur akan bertambah," katanya.
Dia mengatakan lokasi di Barru berjauhan dengan dermaga Semen Bosowa karena di Barru ada gunung panjang yang mengandung bahan baku untuk semen.
"Kabupaten Maros sudah diambil Bosowa, Pangkajene Kepulauan diambil Tonasa. Di Barru batu gamping-nya kami ambil, potensi gamping di Barru menurut para ahli masih 100 tahun," katanya.
Fajar Group selama ini memiliki 19 media cetak, elektronik dan televisi, perguruan tinggi, hotel, travel, percetakan dan sejumlah bidang usaha lainnya.
Pewarta : Agus Setiawan
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
