
Nelayan Mamuju Libur Melaut Akibat Cuaca Buruk

"Sudah tiga hari terakhir, kami tidak turun melaut lantaran cuaca ekstrem melanda perairan Selat Makassar," kata seorang nelayan Mamuju, Jamal.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Kalangan nelayan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, memutuskan libur melaut akibat cuaca buruk melanda perairan Selat Makassar selama beberapa hari terakhir.
Berdasarkan pantauan Antara di Mamuju, Minggu, ratusan kapal nelayan itu, menumpuk di sepanjang bantaran sungai untuk menghindari ancaman gelombang pasang.
Sejak libur melaut, para nelayan memanfaatkan waktunya untuk memperbaiki perlengkapan mereka, seperti merawat kapal, perbaikan jaring sembari menunggu cuaca di perairan kembali normal.
"Sudah tiga hari terakhir, kami tidak turun melaut lantaran cuaca ekstrem melanda perairan Selat Makassar," kata seorang nelayan Mamuju, Jamal.
Ia mengatakan cuaca buruk yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.
Kondisi itu, katanya, cukup membahayakan bila mereka memaksakan diri untuk turun melaut.
"Gelombang setinggi tiga meter disertai angin kencang sangat mengancam keselamatan jiwa para nelayan. Kita berharap, kondisi cuaca bisa bersahabat agar nelayan bisa melaut," katanya.
Hal senada disampaikan seorang nelayan setempat lainnya, Ridwan.
Ia mengaku libur melaut akibat tekanan gelombang yang melanda perairan Sulbar.
"Sangat riskan jika dipaksakan melaut dalam kondisi cuaca ekstrem. Makanya, kami memilih melakukan perbaikan perlengkapan yang rusak hingga menunggu cuaca normal," katanya.
Sejak libur melaut, dirinya terpaksa mencari pekerjaan lainnya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. MH Atmoko
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
