Logo Header Antaranews Makassar

Polisi Periksa 15 Saksi Penembakan Iptu Daud

Kamis, 13 Februari 2014 19:43 WIB
Image Print
"Sampai hari kedua penembakan itu, saksi yang diperiksa berjumlah lima orang dan dihari ketiga ini, kami sudah memeriksa 15 orang saksi yang kemudian akan didalami lagi keterangan-keterangannya," ujar Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Endi Suten

Makassar (ANTARA Sulsel) - Tim gabungan penyidikan kasus penembakan perwira pertama (Pama) Direktorat Intelkam Polda Sulselbar Iptu Muhammad Daud kembali memeriksa saksi-saksi yang sebelumnya hanya berjumlah lima orang bertambah menjadi 15 orang.

"Sampai hari kedua penembakan itu, saksi yang diperiksa berjumlah lima orang dan dihari ketiga ini, kami sudah memeriksa 15 orang saksi yang kemudian akan didalami lagi keterangan-keterangannya," ujar Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Endi Sutendi di Makassar, Kamis.

Ia mengatakan, tim khusus yang dibentuk untuk mengungkap kasus penembakan ini tergabung dari satuan Polda Sulsel, Satuan Reserse Kriminal (Reskrim), Identifikasi dan Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Makassar.

Tim gabungan dibentuk karena polisi belum berhasil mengungkap pelaku penembakan misterius tersebut. Polisi bertekad untuk mengungkap kasus itu dan menangkap pelaku penembakan.

Dari 15 saksi yang diperiksa itu semuanya memberikan keterangan yang sama yakni mengenai ciri-ciri pelaku yang mempunyai postur tubuh sedang dengan tinggi badan sekitar 168 centimeter.

"Sudah ada 15 saksi yang kami telah periksa, diantaranya Jafar (50), Faramita (24), Syukri (30), Tonji, Tonggi, Mustan (20). Dari kesaksianya masih sama dengan hasil kemarin yaitu terkait ciri-ciri pelaku," jelasnya.

Sebelumnya, seorang perwira pertama (Pama) Intelkam Polda Sulawesi Selatan Inspektur Satu (Iptu) Muhammad Daud tewas seketika setelah ditembak oleh orang tidak dikenal di dekat rumahnya saat akan melakukan ibadah.

"Iptu Muhammad Daud tewas seketika setelah ditembak oleh orang yang tidak dikenal," ujar Endi Sutendi.

Ia menjelaskan, kronologi kejadian penembakan itu saat Iptu Muhammad Daud akan menunaikan kewajibannya yakni melaksanakan ibadah shalat Subuh.

Korban yang keluar dari rumahnya dan akan bergegas ke masjid dekat rumahnya tiba-tiba mendapat serangan dari orang yang belum dikenal dan langsung menembaknya sebanyak dua kali.

Korban yang tinggal di Jalan Palantikan 3, Kelurahan Pandan-Pandan, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa itu tertembak dua kali dibagian dadanya dan perutnya. Dua proyektil itu bersarang di tubuhnya yang kemudian membuatnya tewas seketika.

"Almarhum meninggal dengan masih mengenakan baju kokonya. Korban ditembak dibagian dada dan perutnya yang membuatnya tewas seketika," kata Endi.

Usai penembakan itu, lanjut mantan Wakapolrestabes Makassar itu, jenazah korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk dilakukan autopsi.

Atas kejadian itu, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui secara pasti kronologis kejadiannya. Polisi juga masih mengumpulkan keterangan mengenai identitas pelaku penembakan yang diduga berjumlah satu orang tersebut. FC Kuen



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026