
BMKG : Hujan Masih Guyur NTT

"Kalau saat ini dampak dari tekanan rendah itu semakin terasa melalui hujan sedang hingga berat disertai angin kencang pada waktu-waktu tertentu, bukan karena adanya siklon tropis," katanya.Kupang (ANTARA Sulsel) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang memprediksi hujan ringan hingga sedang masih berpeluang mengguyur beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur, karena tekanan rendah di bagian selatan Australia.
"Hujan dengan intensitas seperti ini bisa saja mendatangkan banjir dan longsor serta sesewaktu dapat memicu tinggi gelombang laut, sehingga perlu waspada," kata Kepala Stasiun Klimatologi Lasiana Kupang Juli Setiyanto di Kupang, Senin.
"Warga-warga terutama di ibu kota dari kabupaten-kabupaten tersebut seperti Kalabahi, Maumere, Ende, Ruteng, Waikabukak, Baa, Labuhan Bajo, Mbay, Waibakul, Tambolaka dan Sabu memang perlu waspadai benar apabila hendak ke luar kota," katanya.
Kawasan-kawasan tersebut, katanya, penting diwaspadai karena dampaknya banjir dan tanah longsor bisa mengganggu ketenangan dan kenyamanan warga.
"Ini tidak berarti daerah-daerah yang tidak disebutkan seperti Kota dan Kabupaten Kupang serta wilayah Timor Barat tidak perlu waspada. Semua harus mewaspadai dampak dari cuaca ektrem saat ini," katanya.
Terutama katanya di wilayah NTT bagian Barat dan Selatan seperti Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara yang merupakan daerah hulu, sehingga pada setiap musim hujan selalu mengirmkan banjir ke daerah hilir.
"Banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi NTT ini dalam beberapa bulan terakhir diperkirakan masih berpotensi terjadi hingga Maret, mengingat pada bulan tersebut intensitas curah hujan diprediksi masih tinggi," katanya.
Ia mengatakan intensitas hujan seperti itu diakibatkan oleh adanya tekanan rendah yang semula muncul di bagian utara perairan Australia dengan pumpunan angin memanjang dari Utara menuju Barat lalu ke Timur melingkar ke Selatan khatolistiwa.
"Kalau saat ini dampak dari tekanan rendah itu semakin terasa melalui hujan sedang hingga berat disertai angin kencang pada waktu-waktu tertentu, bukan karena adanya siklon tropis," katanya.
Jadi cuaca ektrem yang terjadi saat ini berupa hujan sedang hingga lebat disertai dengan angin kencang bukan karena ada siklon tropis tetapi karena adanya tekanan rendah di Australia yang kembali menguat pada hari dan besok bahkan beberapa hari ke depan.
Ia mengatakan saat ini di sekitar Australia terdapat empat daerah pusat tekanan rendah yang memicu peningkatan kecepatan angin di atas wilayah selatan ekuator sehingga berdampak pada peningkatan tinggi gelombang di wilayah perairan, terumasuk di NTT.
"Empat daerah pusat tekanan rendah tersebut berlokasi di timur Australia yang berkekuatan 1004 milibar, utara Australia sebesar 1005 milibar, barat Australia 1006 milibar, dan Australia bagian barat daya 1007 milibar.
"Posisi empat pusat tekanan rendah tersebut cenderung stasioner meskipun yang berlokasi di timur Australia sebelumnya berada di timur laut. Pusat tekanan rendah di timur Australia ini yang paling kuat," katanya. L. Molan
Pewarta : Oleh Hironimus Bifel
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
