Logo Header Antaranews Makassar

Dua Korban Perahu Tenggelam Ditemukan

Jumat, 10 Juli 2009 15:30 WIB
Image Print

Palopo, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Hari ke-3 pencarian korban perahu tenggelam di Sungai Waerinni, Palopo, Sulawesi Selatan, Jumat, akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya kedua korban, Elmatiana (5) dan Rustam (35), Jumat.

Penemuan kedua mayat korban itu, berkat ketekunan keluarganya yang melakukan pencarian selama tiga hari dengan memanfaatkan tenaga paranormal.

Sebelumnya, tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Luwu utara (Lutra) menghentikan pencarian kedua mayat korban karena pencarian yang dilakukan selama dua hari itu tidak membuahkan hasil.

Orang tua korban, Elmatiana, Herman mengaku, jika penemuan anaknya bersama pengayuh perahu itu dikarenakan bantuan sukarelawan dari warga setempat dan paranormal yang ada di kampung.

"Saya sempat kecewa dengan penghentian pencarian yang dilakukan oleh tim Tagana Dinsos Pemkab Lutra, sejak Kamis (9/7) sore. Sayapun tidak mau menyerah dan melakukan pencarian bersama warga setempat sambil meminta bantuan paranormal," ujarnya.

Herman menuturkan, anaknya yang terbawa arus Sungai Waerinni saat dibawa oleh tantenya, Yurnia untuk melakukan pencentangan di seberang sungai mengaku jika anaknya itu masih hidup dan disembunyikan oleh jin.

Kepercayaan itu ada setelah Herman meminta petunujuk pada salah seorang paranormal yang dipercaya di kampung tersebut. Paranormal itu mengatakan, ujar Herman, Elma masih hidup dan dia hanya disembunyikan oleh bangsa jin di dekat sungai.

Dengan dasar itu, Herman bersama paranormal tersebut sesaat setelah menemukan tubuh Elma, langsung melakukan ritual pemanggilan arwah.

Namun upaya itu tidak kunjung datang hingga akhirnya, orang tua korban langsung mengebumikannya.

Sebelumnya, empat warga Dusun Waerinni, Desa Lembang-lembang, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Waerinni, setelah melakukan pencentangan Rabu (8/7).

Keempat warga diketahui masing-masing bernama, Yurnia (31) Irpan (4) Rustam (35) dan Elmatiana (5) yang dua diantaranya tercatat sebagai daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 03 Dusun Sukamakmur.

Informasi yang dihimpun, Rustam yang setiap harinya berprofesi sebagai pengantar warga yang menyeberang sungai itu, sedangkan Irpan dan Elmatiana adalah keponakan Yurnia. Mereka menyeberangi sungai itu untuk melakukan pencentangan di TPS 3 Dusun Sukamakmur.

Yurnia kemudian diselamatkan oleh warga yang melihat kejadian itu, sedangkan keponakannya, Irpan sempat hanyut dan tersangkut di jembatan darurat yang hampir rusak, dan diselamatkan warga sekitar.

Sementara itu, dua orang lainnya, Rustam dan Elmatiana langsung tenggelam, sehingga warga setempat tidak sempat melihat keberadaan kedua orang itu.

"Saat perahunya terbalik, Rustam dan Elmatiana tidak muncul lagi," kata saksi korban, Yurnia.

Yurnia menambahkan, perahu itu merupakan satu-satunya alat transportasi warga Dusun Waerinni, meski di sekitar sungai itu ada jembatan darurat, namun jembatan itu sudah tidak bisa digunakan karena rusak.

(T.PK-MH/S016)