
Pemprov Sulteng Berharap Kelulusan UN 2014 Meningkat

"Saya berharap dan optimistis hasil UN kali ini akan lebih baik dari sebelumnya," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng, Ardiansyah Lamasitudju di Palu, Rabu.
Palu (ANTARA Sulsel) - Pemprov Sulawesi Tengah berharap kelulusan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA, SMP dan sederajat pada 2014 ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.
"Saya berharap dan optimistis hasil UN kali ini akan lebih baik dari sebelumnya," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng, Ardiansyah Lamasitudju di Palu, Rabu.
Menurut dia, pelaksanaan UN SMA, SMP dan sederajat di semua kabupaten dan kota di Sulteng berjalan lancar.
Tidak ada informasi dari kabupaten dan kota adanya keterlambatan atau kekurangan naskah UN. "UN tingkat SMA maupun UN SMP dan sederajat dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah pusat," katanya.
Berbeda dengan UN sebelumnya, ada tiga kabupaten di Sulteng yang pelaksanaan UN tingkat SMA terlambat karena keterlambatan distribusi naskah.
Tetapi UN kali ini, semua kabupaten dan kota di Provinsi Sulteng dapat melaksanakan ujian sesuai jadwal ditetapkan pemerintah.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Palu, Arsid Nurdin juga optimistis hasil UN kali ini akan lebih bagus dari sebelumnya.
"Saya yakin hasil UN khusus SMP akan lebih baik dari sebelumnya," katanya.
Ia juga mengatakan tidak ada hambatan dalam pelaksanaan UN di Palu. Naskah UN didistribusikan dari rayon ke subrayon (sekolah) penyelanggara ujian tepat waktu.
Begitu pula tidak ada kekurangan naskah sehingga semua peserta UN dapat mengerjakan lembar jawaban komputer (LJK) dan soal-soal setiap mata pelajaran yang diujikan sesuai waktu telah ditentukan.
Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng menyebutkan jumlah peserta UN SMA 2014 sebanyak 22.182 siswa dan SMK 9.677 orang.
Sementara peserta UN SMP dan sederajat mencapai 47.539 siswa.
Khusus peserta UN SMP/MTs dan SMP-LB (Luar Biasa) di Palu sebanyak 6.221 siswa. F.C. Kuen
Pewarta : Anas Masa
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
