Logo Header Antaranews Makassar

Pertamina VII Antisipasi Permintaan BBM Jelang Ramadhan

Selasa, 10 Juni 2014 19:04 WIB
Image Print
"Tingginya stok kerosine ini merupakan imbas program konversi minyak tanah ke gas elpiji," katanya.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pertamina Regional VII Sulawesi siap mengantisipasi lonjakan permintaan bahan bakar minyak (BBM), elpiji dan produk bahan bakar kerosine (BBK) lainnya menjelang Ramadhan.

"Saat ini kami memiliki stok BBM premium mencapai 78 ribu kilo liter dan Solar 87 ribu kilo liter, stok ini dapat memenuhi kebutuhan wilayah Sulawesi selama dua minggu," kata Customer Relationship for External Relation Pertamina Regional VII, Ibnu Adiwena di Makassar, Selasa.

Ibnu menyatakan bahwa untuk kerosine, stok saat ini mencapai 16 ribu kilo liter untuk memenuhi kebutuhan selama satu bulan.

"Tingginya stok kerosine ini merupakan imbas program konversi minyak tanah ke gas elpiji," katanya.

Untuk stok elpiji, Ibnu mengaku bahwa data stok elpiji belum masuk, namun Pertamina telah memastikan penambahan stok selama bulan ramadhan dan menjelang Idul Fitri nanti.

"Kenaikan permintaan gas elpiji biasanya terjadi selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, untuk itu kami memastikan adanya penambahan stok elpiji," ujar Ibnu.

Antisipasi kelangkaan juga akan dilakukan oleh Pertamina dengan membentuk Tim Satgas Khusus. Tim ini berfungsi untuk mengawasi penyaluran BBM dan mamastikan ketahanan stok BBM selama bulan Ramadhan.

"Untuk memastikan penyaluran BBM berjalan lancar, kami akan membentuk Tim Satgas Khusus yang terdiri atas berbagai unsur diantaranya Humas, BBM Retail, dan BBM Industri," ujar Ibnu.

Ibnu menyatakan bahwa Pertamina berkomitmen untuk menjaga stok BBM tetap aman selama bulan Ramdhan, untuk itu jika dibutuhkan pihak Pertamina siap melaksanakan operasi pasar.

"Yang jelas, Pertamina berkomitmen untuk menjaga stok BBM dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan. Dalam kondisi tertentu, jika benar-benar dibutuhkan, Pertamina juga siap melaksanakan operasi pasar," ujar Ibnu. Agus Setiawan



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026