Logo Header Antaranews Makassar

Darmawati Dapat Restu Gubernur Maju di Pilkada

Sabtu, 21 Juni 2014 04:18 WIB
Image Print
"Saya sudah meminta pertimbangan kepada gubernur selaku atasan dalam pemerintahan terkait rencana bertarung di Pilkada Mamuju. Pak gubernur telah memberikan respon positif," kata Darmawati kepada wartawan di Mamuju, Sabtu.

Mamuju (ANTARA Sulbar) - Kepala Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Provinsi Sulawesi Barat, Darmawati mengaku telah mendapat restu dari gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), H.Anwar Adnan Saleh untuk ikut mensosialisasikan diri terkait rencana maju dalam proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Mamuju tahun 2015.

"Saya sudah meminta pertimbangan kepada gubernur selaku atasan dalam pemerintahan terkait rencana bertarung di Pilkada Mamuju. Pak gubernur telah memberikan respon positif," kata Darmawati kepada wartawan di Mamuju, Sabtu.

Menurutnya, selaku pejabat birokrasi tentu memahami aturan untuk ikut berkompetisi di Pilkada, termasuk mewajibkan pegawai negara untuk mundur dari jabatan.

"Pegawai negeri harus meletakkan jabatan jika ingin maju dalam proses Pilkada. Saya sudah pertimbangkan secara matang dan siap mundur dari jabatannya jika dirinya sudah dinyatakan terdaftar sebagai peserta Pilkada oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mamuju," jelas Darmawati.

Dorong kuat dari berbagai pihak kata dia, membuat pihaknya harus mempersiapkan diri untuk berkopetisi di Pilkada Mamuju yang tinggal setahun ke depan.

Yang jelasnya kata dia, memilih maju selaku calon bupati hanya ingin memberikan pengabdian tertinggi terhadap pelaksanaan pembangunan di daerah.

"Saya maju bukan untuk mengejar kekuasaan. Tetapi yang terpenting, ingin memberikan pengabdian untuk mengantarkan daerah Mamuju semakin maju dan berkembang," jelasnya.

Selain itu kata dia, ingin menunjukkan kepada kaum perempuan yang ada di Sulbar bahwa kaum perempuan juga setara dengan kaum pria untuk ikut berkiprah di pentas politik.

Sejauh ini kata dia, telah ikut membangun komunikasi politik dengan beberapa partai politik untuk menjadi kendaraan politik di Pilkada.

"Pembicaraan dengan parpol hanya komunikasi biasa. Belum ada pembicaraan serius karena Pilkada masih terlampau lama," katanya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026