
BPS : NTP Sulbar Turun 0,04 Persen

"Hasil pemantauan harga konsumen pedesaan menunjukkan terjadinya inflasi perdesaan di Sulbar pada Juni 2014 sebesar 0,74 persen, yang secara umum dipicu oleh naiknya indeks harga seluruh kelompok pengeluaran," kata Kepala BPS Sulbar, Setianto di Mamu
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Sulawesi Barat pada Juni 2014 sebesar 103,27 atau turun 0,04 persen dibandingkan NTP Mei 2014 yang sebesar 103,32.
"Hasil pemantauan harga konsumen pedesaan menunjukkan terjadinya inflasi perdesaan di Sulbar pada Juni 2014 sebesar 0,74 persen, yang secara umum dipicu oleh naiknya indeks harga seluruh kelompok pengeluaran," kata Kepala BPS Sulbar, Setianto di Mamuju, Selasa.
Menurutnya, kondisi NTP di daerah ini berdasarkan sub sektor maka kontribusi Tanaman Pangan (NTP-P) 92,06, sub sektor hortikultura (NTP-H) 100,70, sub sektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-R) 114,09, sub sektor Peternakan (NTP-T) 101,20 dan sub sektor Perikanan (NTN) 96,99.
" NTP sub sektor perikanan terbentuk dari gabungan perikanan tangkap dan budidaya perikanan yang memiliki NTP masing-masing sebesar 95,39 dan 99,81," ungkapnya.
Ia menyampaikan, indeks harga kelompok pengeluaran bahan makanan meningkat sebesar 1,23 persen, kelompok pengeluaran makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau meningkat sebesar 0,25 persen.
Kemudian kata dia, kelompok pengeluaran perumahan sebesar 0,47 persen, kelompok pengeluaran sandang sebesar 0,93 persen, kelompok pengeluaran kesehatan sebesar 0,43 persen, kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,48 persen, dan kelompok pengeluaran transportasi dan komunikasi 0,23 persen.
"Inflasi di daerah perdesaan terjadi di seluruh provinsi, tertinggi di Kalimantan Tengah 1,33 persen dan terendah di Sumatera Utara 0,02 persen. Sulbar yang mengalami inflasi sebesar 0,74 menempati urutan ke-14 dari 33 provinsi," urai Setianto.
Untuk skala nasional, kata dia, maka NTP pada medio Juni 2014 sebesar 101,98 dan mengalami inflasi perdesaan sebesar 0,74 persen. Agus Setiawan
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
