Logo Header Antaranews Makassar

Pemprov Sulut Optimalkan TPID Jika BBM Naik

Sabtu, 6 September 2014 21:39 WIB
Image Print
"Kami akan lebih mengoptimalkan TPID yang ada di Sulut, maupun kabupaten dan kota yang sudah terbentuk untuk lebih mengawasi pergerakan harga kebutuhan pokok di pasaran," kata Assisten II Pemprov Sulut, Sanny Parengkuan, di Manado, Sabtu.

Manado (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) akan mengoptimalkan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) jika terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok akibat Bahan Bakar Minyak (BBM) naik.

"Kami akan lebih mengoptimalkan TPID yang ada di Sulut, maupun kabupaten dan kota yang sudah terbentuk untuk lebih mengawasi pergerakan harga kebutuhan pokok di pasaran," kata Assisten II Pemprov Sulut, Sanny Parengkuan, di Manado, Sabtu.

Sanny mengatakan, pihaknya yakin, TPID yang ada saat ini, akan mampu mengatasi gejolak yang nantinya ditimbulkan, jika harga BBM bersubsidi mengalami kenaikan.

Wakil Ketua TPID Pemprov Sulut Luctor Tapiheru mengatakan, jika terjadi kenaikan BBM bersubsidi, yang pertama terkena tentunya, sektor transportasi.

"Kita akan minta agar kenaikan tarif, jangan berlebihan dan tidak terlalu memberatkan penumpang," kata Luctor.

Luctor mengatakan selanjutnya perlu tetap dipantau agar pasokan barang tetap lancar dan tersedia.

TPID, katanya, akan memitigasi kondisi stok maupun jalur distribusi serta angkutan agar tidak terjadi permasalahan semakin meningkatnya harga.

Jika terjadi kenaikan harga BBM maka kenaikannya harus dalam batas yang wajar dan jangan sampai meningkat melebihi yang diperkirakan.
Wakil ketua II Tim High Level TPID Sulut Eko Siswantoro mengatakan akan terus dilakukan pengecekan jalur daerah-daerah surplus dan difisit menjadi sangat penting sehingga bisa meredam laju kenaikan harga.

Juga, kata Eko, perlu dilakukan posko pengaduan masyarakat jika terdapat kenaikan harga yang tidak wajar sehingga diketahui dan segera dapat diambil kebijakan oleh pemerintah daerah di kabupaten dankota.
Hal ini, katanya, bisa terbantu mengingat saat ini di sulut sudah terbentuk 5 TPID yaitu di Kota Manado, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Tenggara (mitra), Kota Bitung, Kabupaten Bolaang Mongondouw Timur.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Olvie Atteng mengatakan wacana kenaikan BBM bersubsidi saat ini, belum mempengaruhi harga kebutuhan pokok di sentra perdagangan Kota Manado dan sekitarnya.

Pantauan tim Disperindag Sulut, saat ini, harga beras medium Rp9.000 per kilogram, gula pasir Rp11.500 per kilogram, minyak kelapa Rp12.000 per kilogram, tepung terigu Rp9.000 per kilogram.

Untuk cabai rawit Rp20.000 per kilogram, tomat Rp5.000 per kilogram, Bawang merah Rp18.000 per kilogram, bawang putih Rp20.500 per kilogram.

Begitu pula dengan harga daging sapi masih dalam kondisi yang normal yakni Rp87.000 per kilogram, daging ayam Rp27.000 per kilogram dan daging ayam kampung Rp55.000 per ekor.

Jadi, katanya, harga kebutuhan pokok di Sulut masih dalam kondisi aman dan terkendali. M.F.Said



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026