
Pemerhati : Prestasi Bulutangkis Makassar Menurun

"Pencab PBSI Makassar kurang siap menghadapi ajang terbesar se-Sulsel kali ini. Bahkan persiapan atlet cukup minim yang membuat Makassar pada akhirnya gagal mencapai target yang dibebankan. Kita berharap segera ada evaluasi dan pembenahan," jelasnya
Bantaeng, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Pemerhati Bulu tangkis Makassar, Rahmasiswati, menilai prestasi bulutangkis Makassar memang mengalami penurunan karena tidak fokus membina melainkan terlalu berharap atlet yang berlatih di Pulau Jawa.
"Pencab PBSI Makassar kurang siap menghadapi ajang terbesar se-Sulsel kali ini. Bahkan persiapan atlet cukup minim yang membuat Makassar pada akhirnya gagal mencapai target yang dibebankan. Kita berharap segera ada evaluasi dan pembenahan," jelasnya di Bantaeng, Jumat.
Pada Porda 2014, Kontingen Kota Daeng gagal memenuhi target yang dibebankan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Makassar yakni tiga medali emas, tiga medali perak dan enam medali perunggu.
Tim Makassar hanya meraup satu medali emas, lima medali perak dan dua medali perunggu. Pembinaan atlet daerah ini pun mulai menuai sorotan.
Cabang bulu tangkis Porda telah berakhir dan tim bulutangkis Gowa tampil sebagai juara umum dengan tiga medali emas, satu medali perak dan satu medali perunggu. Selain Gowa, tim Parepare juga tampil mengejutkan dengan meraih dua medali emas, termasuk dari kategori beregu putra.
Adapun kekuatan baru juga datang dari kontingen Palopo yang meraih satu medali emas.
Ia kembali menegaskan bahwa awal kegagalan Makassar memenuhi target karena terlalu mengandalkan atlet yang berlatih di Pulau Jawa. Alhasil, program pembinaan atlet di daerah tidak berjalan optimal. Ia melihat kelemahan tim badminton ibu kota provinsi terletak pada kondisi fisik atlet yang rapuh. "Teknik dan pengalaman bagus, tapi fisik nol," ujar Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI provinsi ini.
Pelatih Bulutangkis Makassar, Mulyadi, membenarkan hasil mengecewakan yang diraih anak asuhannya lantaran persiapan tim sangat mepet. Itu berimbas pada kondisi fisik atlet yang tidak begitu prima. Pihaknya akan berupaya keras untuk membenahi kelemahan tersebut. "Persiapan kurang. Hasil ini tentu menjadi bahan evaluasi," ujarnya.
Stamina atlet Makassar memang terlihat kedodoran. Buktinya, delegasi daerah ini banyak yang tumbang di partai final. Diantaranya, pada nomor ganda putri, ganda putra, tunggal putri, ganda campuran dan beregu putri.
Capaian satu medali emas dalam Porda jelas menurun ketimbang kejuaraan provinsi (kejurprov) lalu di Makassar, Agustus lalu. Kala itu, pihaknya meraih dua medali emas.
Ketua Umum PBSI Sulawesi Selatan, Devo Khaddafi, mengatakan peta kekuatan bulutangkis kabupaten/kota memang sudah merata. Bila daerah unggulan tidak menggenjot pembinaan atletnya, tentu prestasi mereka bisa terkejar.
Saat ini, kekuatan badminton lingkup provinsi memang tak lagi berpusat di Gowa dan Makassar.
Atlet dari Palopo, Parepare, Sinjai dan Bone, menurut dia, mulai terlihat mampu bersaing menempati podium. Devo menuturkan munculnya kekuatan baru cabang olahraga ini mengindikasikan pembinaan atlet daerah berjalan baik.
Hal itu pun tidak lepas berkat semakin diintensifkannya kompetisi bulutangkis provinsi ini. Agus Setiawan
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
