
DPP Evaluasi Ketua Gerindra Sulsel

"Evaluasi memang harus dilakukan dan bukan hanya La Tinro tetapi beberapa ketua DPD I di Indonesia juga akan dilakukan evaluasi," ujar Ketua DPP Gerindra Arief Poyuono yang dihubungi melalui telepon genggamnya (HP) di Jakarta, Jumat.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Dewan Pimpinan Partai Gerakan Indonesia Raya segera melakukan evaluasi terhadap Ketua DPD Gerindra Sulawesi Selatan, La Tinro La Tunrung terkait sejumlah kegagalan yang terjadi.
"Evaluasi memang harus dilakukan dan bukan hanya La Tinro tetapi beberapa ketua DPD I di Indonesia juga akan dilakukan evaluasi," ujar Ketua DPP Gerindra Arief Poyuono yang dihubungi melalui telepon genggamnya (HP) di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan, evaluasi dilakukan merujuk pada hasil pemilihan calon legislatif dan pemilihan presiden (pilpres) lalu. Selain memanggil sejumlah Ketua DPD I, DPP juga menurunkan tim khusus ke daerah-daerah untuk mendalami kegagalan Gerindra.
"Pak La tinro menjadi salah satu Ketua DPD yang dianggap kurang memuaskan. DPP menganggap beliau tidak mampu merealisasikan janjinya, baik di pileg maupun di pilpres," ungkapnya.
Arief mengaku sudah memiliki calon pengganti jika hasil evaluasi dan audit nantinya menyatakan La Tinro harus meletakkan jabatan selaku Ketua DPD I Partai Gerindra Sulsel.
Dia membocorkan jika sosok yang dipersiapkan untuk menggantikan La Tinro sebagai Ketua DPD I Gerindra Sulsel adalah Abduh Bakry Pabe. Penyiapan itu juga merupakan hanyalah antisipasi saja.
"Saya yang meminta Abduh Bakry Pabe untuk besiap-siap apabaila hasil audit mengambil keputusan mengganti La Tinro. Saya pribadi menilai, Abduh yang merupakan mantan aktivis 98 dikenal berani dan jujur, serta konsisten. Memang dia layak untuk kursi ketua," katanya.
Arief mengaskan, Gerindra akan mencari sosok anak muda Sulsel untuk memimpin DPD Gerindra. Abduh Bakry Pabe masuk sebagai nomanisasi terkuat yang akan diminta untuk dicalonkan sebagai Ketua DPD Gerindra.
"Saya sudah bilang tadi, Gerindra membutuhkan anak muda yang berani, jujur, mau turun ke basis rakyat serta punya pengalaman pergerakan untuk memimpin Gerindra di Sulsel," terangnya.
Abduh Bakry Pabe yang dikonfirmasi terpisah mengaku pernah mendapat telepon dari Arief Poyuono mengenai rencana penyiapan dirinya menduduki kursi ketua di partai besutan Prabowo Subianto itu.
"Waktu itu, saya sementara ngopi di Warkop Phoenam Kota Palopo sama kawan-kawan dan tiba-tiba ada telepon masuk. Setelah saya terima, ternyata pak Arief Poyuono. Dia melamar saya untuk memimpin Gerindra Sulsel," ungkapnya.
Bakry mengaku kaget saat diminta DPP untuk bersiap menggantikan La Tinro menjadi ketua dan dia menganggap jika dirinya bukanlah orang yang berpengalaman tinggi dalam hal politik, apalagi dalam memimpin partai besar seperti Gerindra.
"Padahal saya ini bukan siapa-siapa dan bukan tokoh sekelas La Tinro La Tunrung yang kini memimpin Gerindra Sulsel. Di rumahku banyak cermin untuk berkaca, saya hanya punya semangat dan ideologi untuk mengubah negeri ini ke arah yang lebih baik, berdaulat politik, mandiri ekonomi dan berkepribadian budaya," katanya.
Meskipun dirinya tidak habis pikir akan penunjukkan itu, dirinya menyatakan kesiapannya untuk memimpin partai, apalagi yang memintanya itu adalah Ketua DPP Partai Gerindra.
"Saya masih berpikir untuk itu. Karena politik bagi saya adalah sebuah jalan suci dan ibadah sosial, saya kader rakyat. Kadang jadi prajurit, namun siap juga jadi komandan. Di partai manapun ideologi tetap berpihak ke nafas kerakyatan," tegasnya.
Terpisah, Ketua DPD I Partai Gerindra Sulsel, La Tinro La Tunrung saat berusaha dikonfirmasi melalui telepon genggamnya tidak berhasil. Mantan Bupati Enrekang dua periode ini pun enggan menjawab. S Muryono
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
