Logo Header Antaranews Makassar

Sulsel Andalkan Lima Atlet Hadapi PON Remaja

Sabtu, 11 Oktober 2014 18:13 WIB
Image Print
"Sebagian besar dari mereka merupakan peraih medali emas di Pekan Olahraga Daerah (Porda) XV di Bantaeng, Sulsel, 2014. Atlet ini juga sudah berpengalaman tampil diajang nasional sehingga kita andalkan dapat meraih prestasi," jelasnya.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pengprov Persatuan Senam Indonesia (Persani) Sulawesi Selatan mengandalkan lima atlet untuk merebut prestasi maksimal pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I di Jawa Timur, Desember 2014.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Persani Sulsel Arif Ramli di Makassar, Sabtu, mengatakan kelima pesenam yang menjadi harapan Sulsel itu yakni Muhammad Taufik, Surya Yusuf (artisitik putra), Mutia Nur Cahya, Yulianti (artistik putri) serta Ika Aprilia di nomor ritmik putri.

"Sebagian besar dari mereka merupakan peraih medali emas di Pekan Olahraga Daerah (Porda) XV di Bantaeng, Sulsel, 2014. Atlet ini juga sudah berpengalaman tampil diajang nasional sehingga kita andalkan dapat meraih prestasi," jelasnya.

Pelatih senam Sulsel ini menjelaskan, kelima atlet muda itu tetap fokus mematangkan persiapan sebelum menjalani agenda pemusatan latihan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel, awal November 2014.

"Seluruh atlet tetap berlatih di Fakultas Olahraga UNM di Banta-bantaeng Makassar. Kita memang sudah mempersiapkan tim lebih awal agar semakin membuka peluang berprestasi di PON Remaja pertama," katanya.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel Nukhrawi Nawir, menyatakan sebelum menjalani pemusatan latihan (TC) awal November 2014, pihaknya tetap menyerahkan program latihan pada pengprov cabang olahraga masing-masing.

Sebelum pemusatan latihan, KONI Sulsel juga meminta seluruh pengurus cabang olahraga untuk mengisi formulir nama atlet yang sudah dibagikan paling lambat Sabtu. Nama-nama ini selanjutnya akan dicatat sehingga mempermudah pemantauan.

"Kita minta 13 cabang olahraga baik yang sudah memastikan tiket atau baru akan menjalani babak kualifikasi untuk menyerahkan daftar atletnya. Ini salah satu persiapan sebelum menjalani pemusatan lathan awal November 2014," ujarnya.

Menghadapi PON Remaja 2014, KONI Sulsel memutuskan juga tidak memasang target khusus. Beberapa hal yang mendasari keputusan itu diantaranya karena ajang ini merupakan penyelengaraan pertama. Kedua karena tidak memiliki referensi kuat terhadap potensi atlet muda di daerah lain.

Selain itu, menurutdia, cabang yang dipertandingkan pada PON remaja 2014 juga fokus olahraga olimpik kecuali pencak silat. Akibatnya KONI Sulsel juga bisa dikatakan masih buta dengan kekuatan lawan sehingga sulit memprediksi. A Budiman



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026