Logo Header Antaranews Makassar

GMS Minta Kadiknas Sulbar Dicopot

Selasa, 14 Oktober 2014 20:34 WIB
Image Print
"Seharusnya yang menjabat Kadiknas Sulbar adalah orang yang mampu dan tidak bermasalah hukum, bukan sebaliknya karena dapat membuat kemunduran pendidikan di Sulbar yang merupakan daerah seumur jagung dan memanfaatkan kesempatan dan kepentingan untuk

Mamuju (ANTARA Sulbar) - Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Sulawesi Barat (GMS) meminta agar Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulba Muliadi Bintaha dicopot dari jabatannya.

Puluhan mahasiswa GMS, Selasa, melakukan aksi demonstrasi dengan mendatangi kantor Diknas Provinsi Sulbar untuk mendesak agar Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh mencopot Kadiknas Sulbar Muliadi Bintaha dari jabatannya.

Mahasiswa tersebut menilai Kadiknas Sulbar tidak layak dipertahankan karena dianggap tidak memiliki kompetensi, profesionalitas, dan dianggap bermasalah hukum.

"Seharusnya yang menjabat Kadiknas Sulbar adalah orang yang mampu dan tidak bermasalah hukum, bukan sebaliknya karena dapat membuat kemunduran pendidikan di Sulbar yang merupakan daerah seumur jagung dan memanfaatkan kesempatan dan kepentingan untuk pribadinya," kata Hamid Hapid salah seorang mahasiswa.

Ia mengatakan, Kadiknas Sulbar dianggap bermasalah hukum karena dianggap terlibat pada dugaan korupsi program `Bangun Mandar, program penelitian situas budaya Kalumpang, dan kegiatan pelatihan serta seminar korban 40.000 jiwa, serta pelaksanaan ujian nasional.

Menurut dia, jika Kadiknas Sulbar tidak melakukan dugaan korupsi tersebut maka seharusnya melakukan klarifikasi, dan GMS akan melakukan upaya hukum atas pelanggaran aturan tersebut.

Usai melakukan aksinya para mahasiswa membubarkan diri dengan tertib.

Sementara Kadiknas Sulbar Mulyadi Bintaha membantah tudingan mahasiswa yang menganggap dirinya melakukan pelanggaran hukum dengan melakukan tindak pidana korupsi.

"Saya bantah tudingan mahasiswa yang mengatakan, saya melanggar hukum dengan melakukan korupsi itu perlu dibuktikan, dan saya menjadi Kadiknas karena memang layak sesuai dengan jenjang jabatan yang pernah saya jabat," katanya. Agus Setiawan



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026