Makassar (ANTARA) - Kepala Karantina Sulawesi Selatan Sitti Chadidjah mencatat ekspor gurita pada 2024 sebanyak 2.832 ton atau naik 1,63 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya 2.800 ton.
"Sepanjang tahun 2024 ekspor gurita dari Sulsel ke mancanegara sebanyak 2.832 ton, dimana terdapat peningkatan 1,63 persen dengan data ekspor tahun 2023 yang hanya mencatatkan 2.800 ton," kata Chadidjah di Makassar, Kamis.
Peningkatan ekspor gurita per tahun itu, lanjut dia, diikuti dengan capaian pada triwulan pertama tahun 2025.
Hal itu tergambar pada ekspor gurita beku dari Sulsel sebanyak 810 ton ke negara tujuan Meksiko selaku importir tertinggi yakni sebesar 209 ton lalu disusul Amerika Serikat, Italia, Jepang dan Rusia.
Dia mengatakan, khusus pelepasan ekspor dalam pekan ini, Bupati Bantaeng M Fathul Fauzy telah mengirim gurita beku untuk pertama kali menembus pasar global yakni Meksiko dengan nilai ekspor sebesar Rp2,3 miliar.
Adapun volume ekspornya tercatat sebanyak 22 ton gurita beku yang berasal dari Kabupaten Bantaeng.
Chadidjah memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang telah bersinergi atas terselenggaranya ekspor perdana gurita beku ke Meksiko tersebut.
Dia mengatakan, ekspor perdana ini merupakan bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Bantaeng dapat meyakinkan pasar dunia bahwa daerahnya mempunyai potensi perikanan yang cukup besar.
Kepala Karantina Sulsel meyakini Kabupaten Bantaeng mampu untuk maju di perdagangan internasional dengan membuktikan daerahnya mampu memberikan jaminan terkait kesehatan dan keamanan mutu, sehingga keberterimaan produk-produk asal Sulsel semakin berjaya di pasar global.
Untuk ekspor gurita beku perdana ini, diakui telah melalui rangkaian pemeriksaan dan pengawasan tindakan karantina ikan, hingga kemudian dinyatakan bahwa komoditas perikanan yang diekspor telah sesuai dengan persyaratan negara tujuan.
"Persyaratan itu baik terkait dengan persyaratan negara tujuan, kesesuaian jenis dan jumlah yang akan diekspor," ujarnya.
Sementara itu, Fathul Fauzy mengaku sangat bangga dengan pelepasan ekspor perdana gurita beku dari Bantaeng.
Oleh karena itu, ia berharap ke depannya adanya kawasan industri di Bantaeng dapat memacu lagi geliat ekspor sehingga bukan hanya ekspor perdana tetapi menjadi pemicu awal komoditas-komoditas lain yang diekspor melalui Kabupaten Bantaeng seperti rumput laut, ikan kakap merah, kopi dan sebagainya.

