Makassar (ANTARA) - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan M Ilyas, menyampaikan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai dengan data potensi yang akurat dan terkini.
“Kita butuh data akurat dan ter-update terkait potensi perikanan laut terkini. Hal ini untuk memastikan kebijakan tata kelola pemanfaatannya tepat, tidak over eksploitasi, dan berkelanjutan," kata M Ilyas dalam keterangannya di Makassar, Jumat.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berkomitmen dalam mendukung kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota, khususnya pada komoditas unggulan.
Ia menyebutkan Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengingatkan urgensi tata kelola tuna, dan kuota ikan sangat penting untuk mewujudkan pelaksanaan penangkapan ikan terukur.
"Kita perlu kolaborasi kuat secara vertikal pemerintahan. Baik Pusat, Provinsi, dan Kabupaten diperkuat sehingga sumber daya laut dan perikanan, seperti tuna dapat berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, terkait tata ruang laut dan kawasan konservasi, Ilyas menjelaskan bahwa Pemprov Sulsel telah menargetkan konservasi laut seluas 860.000 hektare.
“Sudah berjalan konservasi laut. Beberapa sudah ditetapkan Menteri KP dan dicadangkan Pak Gubernur," sebutnya.
Lanjutnya, berdasarkan arahan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bahwa tata kelola laut harus menjadi navigasi ekonomi biru di Sulsel. RTRWP harus ditingkatkan petanya dengan skala lebih besar yakni 1:50.000.
"Ini agar lebih detail dapat melihat interaksi zonasi tata guna perairan," jelasnya.
Adapun profil luas perairan laut Sulsel 45.330,55 kilometer persegi. Arah pembangunan laut diarahkan untuk mengelola ruang laut secara berkelanjutan dengan prinsip integrasi, efisiensi dan keadilan.
Sulsel dalam pembangunan wilayah lautnya, kata dia, melakukan penataan secara terintegrasi. Menjadi provinsi pertama yang mengintegrasikan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecial (RZWKP3K) ke Rencana Tata Ruang Wilayah RTRW (Perda No.3/2022).
Dirjen Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif, menyampaikan tantangan di sektor kelautan dan perikanan terus berkembang. Oleh karena itu, proses adaptasi harus terus dilakukan agar tujuan utama kita, yaitu peningkatan kesejahteraan nelayan, dapat tercapai secara berkelanjutan.
"Kita perlu bersama-sama menjaga keberlanjutan sektor kelautan dan perikanan agar mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus melindungi ekosistem laut," ujarnya pada acara pertemuan tahunan Unit Pengelola Perikanan (UPP).

