Mamuju (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat memperluas pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga ke sejumlah sekolah di daerah itu.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar dr Nursyamsi Rahim, di Mamuju, Senin, mengatakan selama ini pemeriksaan kesehatan siswa umumnya dilakukan di puskesmas.
Namun dengan keterbatasan kapasitas yang hanya 98 puskesmas untuk melayani seluruh wilayah Sulbar pendekatan ini dinilai belum optimal.
"Kami bersama Dinas Kesehatan di kabupaten memperluas pelaksanaan CKG agar juga dilakukan langsung di sekolah-sekolah," katanya.
Pemeriksaan akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan, yaitu murid SD akan menjalani 13 jenis pemeriksaan, pelajar SMP 15 jenis dan siswa-siswi SMA menjalani 13 jenis pemeriksaan.
"Pemeriksaan darah akan diberikan khusus kepada remaja putri tingkat SMP dan SMA serta remaja putra tingkat SMA," ujarnya.
Persiapan teknis lanjutnya, akan dimulai tujuh hari sebelum pelaksanaan, termasuk distribusi tautan kuesioner ke orang tua siswa.
Dua hari sebelum pemeriksaan petugas kesehatan tambahnya, akan memastikan kesiapan alat dan bahan medis habis pakai (BMHP).
"Pemeriksaan dilakukan di dua ruang terpisah, salah satunya ruang khusus minimal enam meter untuk pemeriksaan mata. Guru UKS dan PJOK akan dilibatkan dalam pengukuran kebugaran dan antropometri siswa," jelas dia.
Ia menegaskan bahwa program CKG bukan sekedar skrining kesehatan, tetapi menjadi langkah konkret membangun budaya hidup sehat sejak usia dini.
Ia juga menekankan perlunya revitalisasi UKS sebagai ujung tombak layanan kesehatan di lingkungan sekolah.
"Pelaksanaan CKG juga menjadi bagian dari Panca Daya ketiga Provinsi Sulbar, yaitu membangun SDM yang unggul dan berkarakter, untuk mewujudkan visi Sulbar Maju dan Sejahtera," katanya.
Dia menyampaikan bahwa pelaksanaan program itu juga menindaklanjuti kerja sama Kementerian Kesehatan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang meluncurkan program nasional CKG yang mulai diterapkan di seluruh sekolah pada tahun ajaran baru ini.
"Program ini menjadi salah satu dari tiga prioritas utama Kemenkes, selain percepatan penanggulangan tuberkulosis dan peningkatan kelas rumah sakit dari D ke C," katanya.
Di Sulbar kata dia, program CKG memiliki cakupan paling luas, yakni mencakup hingga 1,5 juta penduduk.
"Program ini akan dilakukan setiap tahun dan diharapkan membawa dampak besar terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Memang eksekusi program ini cukup kompleks, tetapi manfaatnya sangat besar. Dukungan kepala daerah sangat menentukan keberhasilan program ini," jelas Nursyamsi Rahim.

