Logo Header Antaranews Makassar

PLN TAMBAH PLTD DAN PLTM DI PALU DAN POSO

Selasa, 25 November 2008 03:05 WIB
Image Print

Palu, 25/11 (ANTARA) - PT PLN berjanji akan menambah dan membangun satu unit mesin PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Disel) dan juga beberapa unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohydro (PLTM) di Sulawesi Tengah guna mengatasi krisis listrik di provinsi tersebut.

Ini sesuai dengan hasil pertemuan DPRD Sulteng dengan jajaran PT PLN Wilayah VII Sulawesi Utara/Tengah dan Gorontalo (Sulut/Tenggo)di Manado pekan lalu, kata Drs Firman Maranua, anggota komisi III DPRD Sulteng di Palu, Selasa.

Ia mengemukakan, satu unit PLTD yang akan dibeli PLN merupakan solusi jangka pendek untuk mengatasi krisis daya listrik yang melanda sistem kelistrikan Palu.

Pihak PLN Wilayah VII Sulut/Tenggo telah mengusulkan proposal pengadaan mesin PLTD berkapasitas 20 MW dengan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) non-solar kepada PLN Pusat.

Namun, PLN belum bisa memastikan realisasi pembelian mesin PLTD dimaksud, karena masih terkendala keuangan. "Kita upayakan paling tidak 2009 sudah ada realisasinya," harap Maranua.

Ia juga mengatakan, General Manager PT PLN Wilayah VII Sulut/Tenggo Ir Karel berjanji akan membangun sejumlah PLTM untuk memenuhi kebutuhan listrik di sejumlah Kecamatan di Lore, Kabupaten Poso.

Solusi lainnya mengatasi krisis listrik di Kabupaten Poso, Palu, Parimo dan Donggala, PLN berjanji akan mempercepat pembangunan jaringan listrik tegangan tinggi untuk mengantisipasi beroperasinya PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Sulewana di Kabupaten Poso, dan juga PLTA Gumbasa di Kabupaten Donggala.

Khusus pembangunan jaringan interkoneksi dari Palu-Parigi-Poso dan Tentena, akan direalisasi setelah persentase proyek pembangunan PLTA Sulewana sudah mencapai di atas 50 persen.

"Kami siap memasang jaringan interkoneksi PLN dengan PLTA Sulewana kalau pembangunannya sudah di atas 50 persen," kata Maranua mengutip keterangan Karel.

Demikian juga pembangunan jaringan interkoneksi PLN dengan PLTA Gumbasa akan direalisasikan jika proyek tersebut sudah berjalan.

Khusus pembangunan proyek PLTA Gumbasa, menurut Maranua masih terkendala belum adanya izin dari Menteri Kehutanan (Menhut). Sampai sekarang izin dari Menhut belum turun, sebab lokasi pembangunan PLTA Gumbasa sekitar 20 hektar berada di dalam Kawasan Taman Nasional Lore-Lindu (TNLL).

Karena proyeknya berada di dalam kawasan TNLL, harus mendapat izin dari Menhut. Jika PLTA Sulewana dan PLTA Gumbasa sudah beroperasi dan ditambah satu unit mesin PLTD berkapasitas 20 MW, diharapkan krisis listrik dapat teratasi.

Pemkot Palu juga sedang berupaya mengandeng pengusaha untuk menangani pengadaan batubara PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) di Palu. "Jika sudah ada pegusaha yang bersedia bekerjasama dalam hal pemasok batubara untuk kebutuhan PLTU, niscaya sistem Palu tidak akan lagi mengalami pemadaman aliran listrik, seperti yang terjadi saat ini," katanya.

Dua unit PLTU berkpasitas 30 MW yang pada kondisi normal bisa mensuplai daya listrik ke PLN hingga 27 MW, sering mengalami kekurangan stok batubara, karena suplai tidak lancar.

***2***
(T.BKO3)
(T.BK03/B/S004/S004) 25-11-2008 07:57:11