Logo Header Antaranews Makassar

Gawat, dampak tumpahan minyak PT Vale meluas di Luwu Timur

Rabu, 27 Agustus 2025 17:37 WIB
Image Print
Tim Disaster Risk Reduction Center (DRRC) atau Pusat Pengurangan Risiko Bencana (PRRB) Universitas Indonesia (UI) saat turun langsung ke lapangan, menyaksikan dampak kebocoran pipa PT Vale Indonesia di Luwu Timur. (ANTARA/HO-Humas PT Vale)
Khusus di Desa Lioka saja sampai saat ini sudah hampir 50 hektare sawah yang terdampak,

Makassar (ANTARA) - Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur (Lutim), mengatakan kebocoran pipa minyak PT Vale terus meluas dan berdampak terhadap ratusan hektare lahan pertanian.

Penyuluh Dinas Pertanian Lutim Mila Novitasari dikonfirmasi dari Makassar, Rabu, mengatakan dampak terbesar dialami petani di Desa Lioka karena paling dekat dengan lokasi kebocoran pipa minyak.

"Untuk area persawahan yang dilalui sungai yang tercemar ini ada tiga desa yakni Desa Lioka, Desa Matompi dan Desa Timampu. Khusus di Desa Lioka saja sampai saat ini sudah hampir 50 hektare sawah yang terdampak," ujarnya.

Ia menjelaskan masih ada puluhan hektare sawah yang tengah siap digarap para petani. Namun untuk menghindari kerugian yang lebuh besar, maka pihak penyuluh meminta agar para kelompok tani di daerah itu tidak mengelola dulu lahannya.

Beberapa kelompok tani yang merasakan dampak dari pipa bocor PT Vale ini seperti Kelompok Tani Sukaria, Morokowa, Bukit Indah hingga Sumber Kehidupan.

"Memang ada rencana dari para petani untuk mulai mengolah sawahnya dalam minggu ini, namun karena kondisi air masih tercemar sehingga kami meminta untuk menunda," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Luwu Timur Amrullah Rasyid, mengakui dampak dari pipa bocor ini akan terus meluas. Pihaknya juga telah menurunkan tim guna mendata kondisi pertanian terdampak.

Baca juga: Pipa minyak PT Vale di Luwu Timur bocor, sawah terancam gagal panen

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meminta PT Vale harus bertanggungjawab dan segera menanggulangi dampak yang ditimbulkan oleh kebocoran pipa perusahaan agar tidak meluas dan merugikan petani dan lingkungan masyarakat.

Gubernur juga menekankan bahwa perusahaan tambang sebesar Vale harus memiliki standar pengamanan yang tinggi dalam mengelola fasilitasnya termasuk pemulihannya.

Ia mengingatkan perusahaan tidak abai terhadap risiko lingkungan dan keselamatan masyarakat, serta bertanggungjawab terhadap dampak yang telah terjadi.

Baca juga: Gakkum KLHK diminta memberikan sanksi atas pencemaran danau oleh PT Vale

Baca juga: Walhi : Pencemaran minyak PT Vale patut diproses hukum





Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026